Monday, December 21, 2020

6 Tanda Hubungan yang Sehat Bersama Pasangan, Simak Selengkapnya!





Yukkata.com - Hubungan yang sehat akan membuat Anda merasa bahagia sepanjang waktu karena tidak salah memilih pasangan hidup, hal ini tentu juga akan memiliki dampak positif pada kesehatan mental Anda.

Namun, ketika mendengar tentang hubungan yang sehat. Apa yang Anda pikirkan?

Apakah di benak Anda terlintas dua wajah sepasang kekasih yang tidak pernah bertengkar? Atau  pasangan yang selalu tampil mesra di manapun mereka berada?

Banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai hubungan yang sehat. Namun banyak faktor yang membuat hubungan Anda dan pasangan masuk dalam kategori hubungan yang sehat, seperti kedekatan emosi dan mampu saling menciptakan rasa aman bagi masing-masing.

Untuk lebih detailnya, Anda dapat menyimak penjabaran berikut yang yukkata lansir dari laman The Health sebagai berikut:

Definisi Hubungan Sehat

Menurut para ahli, hubungan yang sehat ditandai dengan saling percaya, saling menghargai, komunikasi yang baik, saling menyayangi, memiliki selera humor yang sama, dan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang menghinggapi.

Sedangkan, menurut Kristen Carter seorang penulis buku ISPEAQ: How to Speak Up For Yourself & Have Difficult Conversation beliau mengemukakan bahwa ...

Hubungan yang baik ditandai dengan adanya timbal baik dalam hal kebaikan, kasih sayang dan rasa hormat, pasangan Anda merasa aman dan dapat mengemukakan apapun kritik secara jujur tanpa merasa takut dihakimi. Masing-masing memahami konsep tidak ada manusia yang sempurna, dan menjadikan hubungan mereka adalah salah satu prioritas terpenting dalam hidup.

Dari beberapa definisi hubungan sehat yang telah diuraikan, namun apakah sebenarnya tanda-tanda hubungan yang sehat dan tidak sehat, serta bagaimanakah cara membuat hubungan Anda menjadi hubungan yang sehat bersama pasangan. 

Ada beberapa tanda hubungan dapat dikatakan sehat, yaitu empati, rasa percaya, rasa hormat, mampu bekerja sama, berbagi tawa dan memiliki komunikasi yang baik. 

Menurut Stephanie Newmen, PhD seorang psikoanalisis dan psikolog dari New York mengemukakan bahwa yang paling terpenting adalah komunikasi. Sebab permasalahan yang hadir dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Selain itu juga akan semakin bagus jika ditambah dengan mampu saling mendengarkan.  

Namun sebelum Anda memahami tentang tanda-tanda hubungan yang sehat dan bagaimana agar hubungan Anda dikategorikan sehat, Anda harus mengetahui terlebih mengenai hubungan yang tidak sehat. 

Mengenal Hubungan yang Tidak Sehat

Menurut  Stephanie Newmen, PhD seorang psikoanalisis dan psikolog dari New York, hubungan yang tidak sehat adalah hubungan yang masing-masing saling ingin menguasai pasangannya, adanya patriarki tanpa memperdulikan perasaan ingin saling memberi. 

Misalnya, salah satu pasangan yang menentukan semua hal mengenai keuangan, mengatur jadwal, menentukan apa saja yang boleh dilakukan oleh pasangannya dengan memutuskan itu semua secara sepihak tanpa berdiskusi terlebih dahulu. 

Newmen juga menambahkan bahwa hubungan yang tarik ulur, bukan hubungan yang baik. Jika keadaan tersebut berlanjut, biasanya akan memicu masalah yang lain untuk datang. 

Seorang dokter yang juga berprofesi sebagai peneliti hubungan bernama John Gottman, PhD juga mengemukakan pendapatnya, bahwa hubungan tidak sehat ditandai dengan empat perilaku, yaitu:

Kritik, defensif, suka menghina, dan komunikasi yang buruk.

Gottman menyarankan pasangan harus fokus untuk saling membuat bahagia, saling menghormati, menghargai dan saling menyayangi. Tanyakan pada pasangan Anda, apa yang mereka sukai dari Anda. Tukas Gottman.


Bisakah Hubungan yang Tidak Sehat di Perbaiki? 

Mary Jo Padgurski yang bersertifikasi pendidikan konseling seksualitas menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa sebaiknya Anda tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk berusaha mengubah perilaku-perilaku dalam hubungan yang sehat.

Menurutnya, tidak ada yang bisa mengubah perilku seseorang apalagi ketika orang itu menikmati apa yang ia lakukan. 

Meski begitu, hubungan yang tidak sehat sekalipun tentu tetap memberi manfaat untuk Anda. Hal ini berguna sebagai ajang refleksi. 

Jika sebab hubungan yang tidak sehat yang pernah Anda alami Anda merasa butuh konseling, maka setidaknya Anda harus pergi ke konselor minimal satu bulan sekali. 

Tanda Hubungan yang Sehat

Mungkin Anda kerap melihat, kenapa hubungan saudara, teman atau sahabat Anda tampak baik-baik saja dan bisa dikategorikan hubungan yang sehat.  

Anda mungkin membandingkan hubungan Anda bersama pasangan yang Anda rasa tidak demikian, apalagi jika Anda sudah memahami konsep hubungan yang tidak sehat.  

Meski faktor sebuah hubungan dikatakan sehat atau tidak memiliki banyak faktor, seperti rasa percaya, kesehatan mental, trauma masa lalu, dan budaya tapi pada dasarnya diri Anda yang saat inilah yang dapat menentukannya. 

Dengan demikian, Anda harus memahami apa sajakah tanda hubungan yang sehat sehingga Anda dapat mengaplikasikannya pada hubungan Anda dan pasangan.

1. Empati 

Sikap empati akan membuat seseorang terasa penting, apalagi jika itu pasangan Anda sendiri. Kurangnya rasa empati juga akan merusak hubungan Anda secara perlahan sebab pasangan Anda akan merasa bahwa Anda tidak peduli dengannya. 

Ketika Anda memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, itu artinya Anda siap menyatu dengan seseorang. Maka, perhatikanlah pasangan Anda seperti Anda ingin dipahami. 
 
Bahkan ketika Anda berselisih paham, jika Anda dapat berempati dengan baik dan mendengar semua keluh kesah pasangan Anda hal ini akan membuat permasalahan cepat mereda. Sebab pasangan Anda merasa dihargai. 

2. Percaya 

Ketika Anda percaya dengan pasangan Anda, tentu Anda tidak akan dipenuhi rasa curiga dan tidak akan terlalu mengekang pasangan Anda. Pasangan Anda juga akan merasa nyaman dan tidak terganggu karena sikap posesif Anda,  meski dalam hubungan cemburu itu wajar saja selagi tidak berlebihan sebagai bumbu-bumbu cinta. 

Percayai pasangan Anda sepenuh hati, jangan sampai ia melakukan hal yang tidak ia lakukan sebelumnya karena Anda selalu menuduhnya melakukan hal yang tidak ia lakukan. 

3. Menghargai 

Lambaikan tangan Anda untuk pasangan yang kerap merendahkan dan menghina Anda dengan tatapan seolah-olah Anda menjijikan. 

Dalam hubungan yang sehat tidak ada pilihan selain dihargai atau Anda harus pergi. Bukankah tujuan Anda memiliki pasangan adalah agar Anda dapat menjalani hidup dengan nyaman bersamanya.

Jika Anda saja tidak dihargai, bagaimana Anda dapat mendapatkan kenyamanan itu?

Hubungan yang sehat akan memilih menghargai sebagai salah satu pondasi agar komitmen di antara mereka tidak runtuh. 

4. Bekerja Sama

Tidak ada satupun hubungan yang sempurna dan selalu bahagia di dunia ini. Yang ada hanyalah dua orang yang mau saling menghargai, saling percaya dan mau bekerja sama. 

Hubungan sesehat apapun pasti akan mengalami perselesihan. Tetapi jika Anda dan pasangan mau bekerja sama menghadapi semua masalah bersama dengan bersedia menempatkan diri di posisi yang pasangan Anda rasa tentu menjadi hal yang mudah untuk menyelesaikannya.

Anda juga akan memperoleh hubungan yang sehat ketika mau sama-sama bekerja sama membangun hubungan meski memulainya dari nol.

5. Selera Humor

Hubungan yang sehat selalu menyelipkan humor pada hubungan mereka, tidak terlalu serius dan kaku. Apalagi jika Anda menemukan pasangan yang benar-benar memiliki selera humor yang sama, pasti akan menyenangkan sekali. 

Anda hanya perlu berbagi tawa tanpa perlu menjelaskan lagi jokes yang Anda lontarkan. Kerap berbagi tawa juga dapat mengeratkan ikatan Anda dan pasangan.

Masing-masing akan selalu bahagia ketika dekat, dan tidak ingin merasakan jauh karna akan merasa hampa. 

6. Komunikasi yang Baik

Tidak hanya ahli, bahkan orang awampun pasti setuju bahwa komunikasi adalah penunjang hubungan akan langgeng atau tidak.

Hubungan yang sehat juga tentu sangat membutuhkan poin ini. Ketika komunikasi Anda dan pasangan berjalan lancar, Anda dan pasangan bisa sama-sama terbuka, saling mendengarkan dan memahami ke mana arah yang baik untuk hubungan yang sedang dijalani. 

Komunikasi yang baik juga ditandai dengan komunikasi dua arah, artinya tidak hanya satu pihak yang terlalu banyak bicara atau terlalu banyak mendengarkan. 

Itulah, mengenai hubungan sehat dan tidak sehat serta tanda-tanda hubungan yang sehat. Hal terpenting adalah ketika Anda ingin menjalin hubungan yang sehat Anda harus menyadari bahwa Anda harus memulai hubungan yang sehat dengan diri Anda sendiri dulu. 

Jika Anda bisa menghargai, menghormati, dan menyayangi diri Anda dengan baik tentu bukan hal sulit untuk melakukannya pada orang lain. :)

Sunday, December 20, 2020

10 Quotes Tentang Rasa Bersyukur

Quotes Tentang Rasa Bersyukur/Pixels/@Pixabay


Yukkata.com
- Menjadi orang yang bersyukur tentu akan membuat hidup Anda terasa lebih  tenang. Sebab Anda akan merasa cukup atas apa yang Anda miliki dan terkadang quotes-quotes tentang hal ini dapat memperkuat rasa bersyukur Anda. 

Meski tahun ini mungkin menjadi tahun yang cukup sulit untuk hidup Anda dan keluarga, banyak dari Anda yang mesti kehilangan pekerjaan, mengalami bangkrut dan kerugian besar-besaran sebab bencana yang sedang melanda dunia saat ini. 

Namun tentunya, sesulit apapun yang sedang Anda hadapi coba Anda pikirkan bahwa pasti ada saja hal yang patut Anda syukuri. 

Seperti misalnya Anda dapat lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga Anda dan juga lebih banyak waktu untuk bersantai dan rebahan, hal yang sulit Anda dapatkan ketika Anda sibuk bekerja bukan?

Bersyukur tentunya memiliki banyak dampak positif tidak hanya untuk kesehatan psikologis tapi juga untuk kesehatan fisik Anda, seperti yang dikemukan oleh ahli dalam journal of positive psychologi bahwa bersyukur membuat seseorang mudah tidur dan terhindar dari sakit kepala. 

17 Quotes Tentang Beryukur

Berikut 10  Quotes tentang bersyukur versi yukkata agar rasa bersyukur bisa melekat dalam diri Anda, simak selengkapnya sebagai berikut:

"Rasa syukur mungkin tak dapat terlihat dengan mata, tapi syukur dapat terasa di dada karena melapangkan hidup saya."

"Dunia saya terasa indah, padahal tidak ada yang berubah. Hanya rasa syukur saja, yang membuat sudut pandang saya akan hidup menjadi berbeda"

"Mensyukuri apa yang kita punya, tidak membandingkan diri dengan hidup orang lain adalah wujud rasa sayang pada diri kita sendiri. Sebab, kita memahami bahwa kita mendapatkan porsi yang telah Tuhan siapkan, dan Tuhan tidak mungkin salah mengaturnya"

"Bukan seberapa banyak, tapi seberapa berguna apa yang kamu punya untuk hidup kamu dan orang-orang di sekelilingmu"

"Bahagia tidak didapat dari harta yang banyak, jika iya kenapa masih banyak orang kaya yang masih terluka karena hal-hal sederhana"

Baca Juga: Teknik Berpikir Positif dan Kebersyukuran 


"Jika bahagia kita yang ciptakan, maka diri sendiri adalah rumah dari segala lelah untuk pulang. Bahagia, tidak datang dari apa yang kita pikirkan apalagi jika bersumber dari milik orang. Bahagia ada dari dalam diri, jangan bosan untuk terus mencari"

"Puncak tertinggi dari rasa syukur adalah membiarkan apa yang memang tidak ditakdirkan menjadi milikmu pergi. Tak peduli seberapa inginnya kamu memiliki, sebab apa yang kau lihat baik belum tentu ke depan akan membahagiakanmu"

"Lihat sekitar kita, benda yang bersifat keduniawian mungkin bisa membuat bahagia tapi itu hanya sementara. Sebab cinta adalah sumbernya, maka syukuri apa yang kita punya seperti keluarga utuh yang menyayangi kita"

"Bersyukur bukan berarti menyerah pada keadaan, bersyukur adalah berusaha semaksimal yang kita bisa lalu mempasrahkan segala pada Tuhan. Kita hanya mampu berikhtiar, biar Tuhan yang tentukan"

"Ternyata mensyukuri apa yang kita punya terasa lebih menenangkan, tidak mesti berlari mengejar hal yang memang bukan ditakdirkan untuk kita. Tugas kita mencari bahagia untuk diri kita, bukan sedang berlomba dengan kebahagiaan orang lain"

Itulah 10 quotes tentang bersyukur, Anda dapat menambahkannya jika memiliki quotes tentang bersyukur di kolom komentar ya!

Monday, September 21, 2020

Terbit Gratis di Yukkata Publisher!

Yukkata.com-Bagi penulis pemula, pasti rasanya ingin sekali naskahnya dipinang penerbit menjadi buku kan? Apalagi bisa terbit secara gratis, tanpa seleksi naskah yang berbelit-belit. 

Tidak sedikit penulis pemula yang kesulitan memiliki buku, padahal buku adalah salah satu wujud kecintaan penulis dalam menulis. 

Alasannya selalu sama, proses seleksi naskah yang sulit, informasi diterbitkan atau tidaknya naskah yang memakan waktu lama, bisa 2-3 bulan. 

Serta hal lainnya yang menghambat penulis memiliki karya, berupa buku cetak. Hingga bosan mengirim naskah ke penerbit dan akhirnya memilih untuk menyimpan karyanya saja. 

Sayang sekali bukan? Padahal ada sebuah penerbitan gratis bagi kamu penulis pemula yang pasti menerima naskahmu loh.  

Penerbit Yukkata Siap Menerima Naskahmu!

Penerbit Yukkata merupakan salah satu penerbit gratis, penerbit ini launching pada oktober 2020 dengan mengusung tema "Semua Bisa Jadi Penulis", diisi oleh dua tamu undangan, penulis milenial Widya Alfalah dan Ayub Kumalla dengan masing-masing subtema yang disampaikan. 

Penerbit ini juga termasuk dalam penerbit ya indie ya, untuk kamu yang belum tau jenis-jenis penerbit, selengkapnya di jenis-jenis penerbit buku dan kebijakannya

Selain naskahmu diterbitkan menjadi buku tanpa biaya sepeserpun alias gratis, waktu proses penerbitanpun sangat cepat. Hanya dalam satu minggu, naskahmu siap menjadi buku cetak. 

Satu minggu? Yaps, kamu gak salah baca. 

Jika kamu merasa keberatan menulis 60 halaman seorang diri sesuai ketentuan Penerbit Yukkata, kamu juga bisa loh mengajak pacar, gebetan, tetangga, teman sekolah, teman di rumah, asal jangan suami orang nanti istrinya salah paham. 

Kamu bisa menerbitkan satu buku bersama orang lain, bisa berdua, bertiga, berempat, hingga 50 penulispun bisa. 

Syarat dan Ketentuan Terbit di Penerbit Yukkata

Syarat naskah 

  • Minimal 60 hlm A4 diketik rapi dalam ms. word
  • Naskah tidak mengandung unsur SARA, pornografi & LGBT 
  • Bukan plagiasi 
  • Harus dilengkapi kata pengantar, daftar isi, biodata narasi, dan sinopsis (disatukan dalam satu file yang sama dengan naskah)


Fasilitas Penulis 

  • Naskah terbit 
  • Cover gratis 
  • Layout gratis 
  • Dibantu pemasaran via sosial media dan marketplace
  • Royalti penulis 75%

Cara Pengajuan Naskah 

  • Klik link bit.ly/UploadNaskahYukkata (silahkan konfirmasi jika telah upload)
  • Naskah yang dikirim akan diperiksa oleh tim penerbit yukkata 
  • Jika naskahmu memenuhi syarat dan ketentuan, naskah akan melalui proses penerbitan
  • Naskah terbit dan siap cetak selambat-lambatnya satu bulan


Ketentuan Terbit 

  • Penulis membeli dua eksemplar buku setelah terbit 
  • Membayar sertifikat penulis Rp. 25.000

Jadi sahabat literasi, menjadi penulis di Penerbit Yukkata kamu hanya perlu membayar seharga dua bukumu, sertifikat, serta ongkir saja. Gimana, mudah dan murah bukan? 

Yuk, segera wujudkan impinamu menjadi penulis dengan menerbitkan naskah di Penerbit Yukkata melalui bit.ly/menjadipenulisyukkata :)

Salam literasi! Semangat menginspirasi!

Wednesday, July 15, 2020

5 Cara Jitu, Agar Skripsimu Selesai Tepat Waktu!


Yukkata.com-Selesai tepat waktu, atau bahkan cepat waktu tentu menjadi dambaan semua mahasiswa. Sayang sekali bukan jika kamu gagal menyelesaikan studi hanya karena satu tugas akhir yaitu skripsi, padahal selama 4 tahun kamu sudah berjibaku dengan segala macam tugas dari dosen. 

Selain pertanyaan kapan wisuda, banyak permasalahan yang menjadi pemicu gelar sarjana seolah sangat sulit didapat. Seperti karena labeling, atau dalam istilah psikologi dimaknai dengan pelabelan pola pikir kita akan sesuatu. 

Ya, siapa yang tidak melabeli skripsi itu sulit? barangkali itu juga sudah tertanam dalam di mindset kita sendiri.  

Eits, padahal ada cara jitu lho yang bisa membuat skripsi selesai tepat waktu selain merubah mindset kita!

Cara Jitu;Skripsi Selesai Tepat Waktu 


1. Jangan Tanyakan Tentang Dosbingmu Pada Siapapun

Tidak sedikit mahasiswa yang baru memulai menggarap skripsi bertanya mengenai dosen pembimbingnya sebelum mengenal secara personal. 

Bertanya bagaimana karakternya, susah atau tidaknya berproses dengan dosen tersebut. Tidak sedikit yang kalah sebelum berperang karena jawaban yang didapat membuatnya down duluan. 

"Dosen itumah susah, matre, galak, ribet" Oke, stop it. 

Jangan dengarkan kata orang bodoh! 

Kamu pasti sering mendengar istilah, anda sopan kamipun segan.

Ketika orang yang kamu tanyai sudah menjelek-jelekkan dosenmu, kamu sudah bisa menilai etikanya seperti apa. See, bagaimana dosenmu akan bersikap baik dengan orang semacam ini.


2. Bukan Menunggu tapi Membantu 

Ini salah satu poin yang penting ketika kita menggarap skripsi. Mungkin untuk kamu yang belum memulai skripsi, ini akan sedikit bertentangan dengan idealisme dirimu.

Tidak menunggu bukan berarti meninggalkan, membantu temanmu tidak hanya dalam bentuk tunggu. 

Setiap orang memiliki laju yang berbeda, kamu dan temanmu juga. Jika kamu menerapkan kemana-mana bersama dengan temanmu, ingin lulus bersama itu memang hal yang wajar saja diinginkan. 

Tapi untuk kamu yang melaju cepat, sedang temanmu berleha-leha. Selamat, pada akhirnya kamu akan kesal sendiri dan hubunganmu dengannya akan merenggang. 

Help them bc ur first start is better than waiting for each other without clear progress.

3. Jalin Hubungan yang Baik Dengan Kating

Kating atau si kakak tingkat ini penting kamu dekati terlebih jika sedang skripsi. 

WHY? 

Mereka sudah paham rutenya, sudah pernah mengalami tersasar arah. Barangkali akan berbeda dengan teman satu angkatanmu yang sama-sama memulai. Sama-sama masih bingung hendak berjalan ke arah mana. 

Menjalin hubungan yang baik dengan kating juga akan membuatmu semakin termotivasi. Ketika bimbingan, lihat berapa banyak angkatan lama yang belum lulus. 

Jangan sampai kamu mengalami hal yang sama :)

Atau, ketika mereka wisuda kamu bisa menghadirinya. Memberi cambukan semangat agar menyelesaikan skripsimu tepat waktu.

Pastikan, kamu akan mengalami hal yang sama seperti mereka secepatnya.

4. Tempel Motivasimu Besar-besar di Dinding Kamar 

Jika motivasimu menyelesaikan skripsi karena takut tidak sempat berfoto wisuda bersama orang tua, maka pampanglah foto orang tuamu di tempat yang bisa kamu lihat ketika bangun dan hendak tidur. Pasang di layar ponsel, di notebook atau laptopmu agar membekas. 

Tentukan motivasimu, meski sekecil ingin membuat story memakai toga. Tak apa, selagi itu bisa membuat melaju lebih cepat. Siapa yang bisa menghalaunya? 

5. Mulai Menulis 

Tidak ada rumus yang pasti dalam menulis kecuali menulis itu sendiri. 

Semua orang mengawali hal baru dengan kebingungan. Seperti ketika kamu bermutasi dari anak SMA menjadi mahasiswa.

Berapa banyak hal baru yang kamu temui? 

Bertemu tugas dosen yang menumpuk, mengenal teman-teman baru dari berbagai pelosok negeri, berjibaku dengan administrasi kampus yang bertele-tele.

Skripsi, juga tidak ada bedanya bukan? karya tulis ilmiah ini juga hal baru untukmu. Kamu hanya perlu mengenalnya seperti hal-hal baru yang pernah kamu temui, berani memulai mencari tau. 

Sehari dua lembar saja, itu lebih baik dibanding sepuluh lembar untuk sepuluh hari kamu menghilang tidak bimbingan.
Remember this, semakin lama kamu memulai maka akan semakin lama juga kamu akan selesai.

Tuesday, July 14, 2020

Bosan Jadi Pengangguran? Ini Dia 7 Aplikasi Lowongan Kerja Terpercaya!


Yukkata.com-Banyaknya jobseeker yang melamar kerja, memicu banyaknya informasi lowongan kerja yang tidak terpercaya. Mulai dari Hoax, hingga penipuan. Padahal new normal sudah tiba, masyarakat sudah bosan menjadi pengangguran sebab terdampak covid-19.

Tibanya new normal, membuat perusahaan-perusahaan kembali beroperasi dengan menerapkan social distancing. Selain karena covid-19, perkembangan digital juga berpengaruh banyak. 

Banyak recruiter yang lebih memilih lamaran via online, selain meringankan jobsekeer karena tidak perlu membuang-buang uang untuk membuat lamaran dari kertas, hal ini juga membantu jobsekeer bisa melamar di manapun dan kapanpun. 

Lamaran melalui online, biasanya dikirimkan melalui email. Namun sekarang, tidak sedikit aplikasi yang memudahkan para jobsekeer mencari pekerjaan lho. 

Aplikasi Lowongan Kerja Terpercaya


1. LinkEdIn

Aplikasi ini berguna tidak hanya sebagai sosial media saja, tapi juga sebagai platform lowongan kerja. 

Di aplikasi ini kamu bisa memperluas koneksimu dengan berbagai profesi. Tidak sedikit juga ahli yang berbagi mengenai profesi yang mereka geluti.   

Banyak sekali HR yang menggunakan aplikasi ini, menulis tentang cara membuat resume yang menarik, cara bersikap ketika interview, bahkan hingga berbagi mengenai kalimat yang tepat digunakan di badan email ketika mengirim lamaran.

Uniknya, jika profilmu menarik maka mereka sendiri yang akan mengundangmu menempati posisi yang mereka cari lho. 

LinkEdIn ini terdapat versi websitenya juga, kamu bisa mengunjungi pada link berikut LinkEdIn

2. Kalibrr

Aplikasi lowongan kerja yang satu ini, sangat mudah digunakan. Kamu tinggal mengisi profilmu, berupa data pribadi dan mengunggah CV maka kamu langsung bisa melamar pekerjaan lho!

Lamaran yang kamu kirim akan tersimpan pada bagian "Lamaran" dan HR biasanya akan membalas pesanmu langsung diaplikasi Kalibrr atau menghubungi melalui email dan no. telpon

Untuk mendownload aplikasinya, klik berikut yaa Aplikasi Kalibrr

3. Jobstreet

Tidak berbeda jauh dengan kalibrr, aplikasi lowongan kerja yang satu ini juga sama mudahnya. Kamu langsung bisa melamar ke berbagai perusahaan untuk posisi yang kamu inginkan. 

Di aplikasi ini kamu tinggal melengkapi profil, yang di dalamnya terdapat keahlian, pengalaman kerja, pendidikan, dan skills yang kamu miliki. 

Pada bagian homenya, akan ada deretan rekomendasi pekerjaan yang menanti untuk dilamar. Kamu hanya perlu mengklik Apply Now, maka lamaranmu langsung terkirim. 

Gimana, siap melamar kerja? Langsung segera buat profilmu di Jobstreet  ya! 

4. Job2GO

Aplikasi lowongan kerja Job2GO tidak hanya untuk negara Indonesia saja lho. Banyak lowongan pekerjaan dari negara tentangga. 

Seperti Thailand, Singapura, juga Hongkong. Cocok untuk kamu yang ingin memiliki pengalaman ke luar negeri sembari mengumpulkan pundi-pundi rupiah melalui mata uang mereka. 

Login ke aplikasi lowongan kerja Job2GO untuk lamaran kerja ke manapun kamu mau!

5. Jobs Id

Untuk kamu yang memang hanya ingin kerja di Indonesia, aplikasi lowongan kerja ini sangat cocok untuk kamu!

Jobs Id, aplikasi lowongan kerja ini memang hanya memberikan info lowongan kerja untuk negara Indonesia saja. Mulanya aplikasi ini hanya memiliki website, namun untuk memudahkan pada jobseeker kini kamu bisa mendownloadnya di play store dengan klik link ini, Jobs Id

6. Robs Job

Aplikasi lowongan kerja ini bekerja sama dengan KEMNAKER, BNP2TKI juga BPJS Ketenagarakerjaan. lho, tentu sudah tidak diragukan lagi mengenai /loker terpercaya atau tidaknya.

Aplikasi lowongan kerja yang satu ini memiliki fitur seperti aplikasi dating, kami tinggal swipe jika dirasa lowongan kerja yang tersedia cocok dengan posisi yang kamu cari. 

Aplikasi Robs Job ini juga, memfokuskan jobsekeer pada satu bidang. Jika suatu waktu kamu ingin merubah bidang yang kamu targetkan, kamu bisa merubahnya lho. 

Berikut, link untuk mendownloada aplikasi lowongan kerja Robs Jobs

7. Trovit Jobs

Dengan logo aplikasi berwarna hijau, aplikasi lowongan kerja trovit ini tidak kalah mudah digunakannya.

Kamu bahkan tidak perlu membuat akun di trovit untuk mengetahui lowongan kerja untuk profesi dan untuk daerah yang kamu targetkan.  

Ketika kamu memasukkan daerah dan posisi yang kamu cari, maka aplikasi ini akan menunjukkan jumlah lowongan kerja yang sedang membutuhkan posisi tersebut. 

Gimana, sudah semangat melamar kerja? Yuk kunjungi Trovit Jobs untuk membuka peluangmu diterima kerja! 

Monday, July 13, 2020

Tertarik Pada Seseorang yang Cerdas? Bisa Jadi Kamu Seorang Sapiosexual!


Yukkata.com-Kriteria setiap orang terhadap lawan jenisnya tentu berbeda. Ada yang tertarik pada seseorang karna parasnya yang rupawan, ada yang karna caranya berkomunikasi, atau ada juga yang tertarik karna kecerdasannya atau dikenal dengan sapiosexual. 

Sapiosexual;Tertarik Pada Seseorang Karena Kecerdasan

Bicara mengenai kriteria terakhir yaitu sapiosexual, yang menurut bahasa latin berasal dari kata sapio yang berarti berpijak, dalam konteks evoluasi merujuk pada istilah homo sapiens yaitu manusia modern paling mutakhir. 

Sapiosexual diartikan dengan ketertarikan seseorang berdasarkan level kecerdasannya. Biasanya, orang-orang dengan orientasi seks seperti ini kerap melihat seksinya seseorang dengan cerdas atau tidaknya orang tersebut. 

Istilah sapiosexual sendiri, bukan merupakan hal baru. Hanya saja, memang sapiosexual baru dikenal akhir-akhir ini di media masa. Padahal, Wolfieboy yang merupakan anggota komunitas online global livejournal menggunakan istilah ini sejak 2002.

Baru pada 2014 OKCupid memasukkan istilah ini dalam daftar orientasi seksual, dan mengundang lebih dari 9.000 orang yang mengidentifikasi dirinya sendiri sebagai sapiosexual. 

Ciri-ciri Sapiosexual, apakah sesuai dengan diri kamu?

1. Memilih Perpustakaan Sebagai Tempat Kencan, dibanding dengan caffe atau bioskop

2. Kamu lebih tertarik dengan orang yang meminjam buku-bukumu dibandingkan orang yang sering bertanya "lagi apa?" atau "udah makan belum"

3. Seseorang yang menguasai bahasa asing, punya nilai tersendiri di matamu

4. Ketika kangen, yang kamu rindukan adalah saat berdiskusi dengannya

5. Kamu diam membaca buku dan menonton film-film yang ia sukai, kamu mengingat semua kalimat yang pernah ia sampaikan padamu

6. Kamu gak akan menyukai orang yang tidak bisa menjawab keresahanmu akan sesuatu, kamu membutuhkan orang yang bisa memberimu pengetahuan baru

7. Mengetahui pentingnya kecerdasan emosional, tidak hanya kecerdasan intelektual 

8. Suka didengarkan, hal ini selaras dengan sapiosexual yang suka berdiskusi. Ia juga suka bicara dan senang ketika dipahami

9. Seorang sapiosexual, terkesan lebih rendah hati. Ia tidak menyukai kesombongan, dan tidak tertarik orang yang penuh prestasi tapi dikemas dengan kesombongan


Itulah, ciri-ciri sapiosexual. Apakah sesuai dengan dirimu?

Namun bagaimanakah penjabaran ilmiah memandang sapiosexual. Apakah, sapiosexual termasuk dalam orientasi seks? Apakah menyukai seseorang karena kecerdasannya, hanya termasuk dalam fetish seseorang?

Sapiosexual, Apakah Termasuk dalam Orientasi Seks?


Samantha Allen dalam situs The Daily Beast mengemukakan bahwa sapiosexual kurang tepat jika disebut sebagai orientasi seksual. Ia mengutip definisi orientasi seksual dari The American Psychological Association (APA) yang mengungkapkan :

"Orientasi seksual merupakan pola emosi, ketertarikan lawan jenis akan bertahan lama. Menurut Allen, sapiosexual belum termasuk dalam kajian ilmiah orientasi seksual."

Menurut Allen, sapiosexual hanyalah pelabelan diri yang dilakukan seseorang untuk menciptakan citra diri. 

Kelseiy Steigman seorang editor dari seventeen tidak mengungkapkan mengenai hal yang sama, ia berpendapat bahwa sapiosexual merupakan campuran antara orientasi seksual dan fetish seseorang. 

Sedangkan mengenai sapiosexual, Raab berpendapat bahwa seseorang tersebut pada hakikatnya jatuh cinta pada pemikiran seseorang. Ia juga mengemukakan bahwa cara seseorang memandang hubungan terbentuk dari apa yang terjadi dengannya selama masa kecilnya.

Kalau menurut kamu, sapiosexual termasuk orientasi seksual  atau bukan? :)

Ini Dia Kesalahan Penulis Ketika Membuat Buku dan Cara Mengatasinya!


Yukkata.com-Kesalahan ketika membuat buku kerap dialami oleh para penulis, tidak terkecuali yang pemula atau yang sudah senior dalam dunia literasi. 

Hal ini tentu akan jadi masalah besar, jika dialami penulis dalam jangka panjang. Apalagi jika si penulis tidak peka akan kesalahan yang ia buat.

Kesalahan Penulis Ketika Membuat Buku dan Cara Mengatasinya!


1. Terlalu Berfokus Pada Uang 


Uang memang bisa menjadi salah satu motivasi yang kuat untuk seseorang melakukan sesuatu, tidak terkecuali menulis buku. 

Namun uang juga tentu akan menjadi bumerang, jika hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan. Untuk penulis mungkin bisa terjadi ketika buku yang dibuat tidak laku dipasaran.

Pada akhirnya, si penulis akan frustasi sendiri dan berhenti menulis karena uang yang didapat tidak sesuai ekspektasi. 

Oleh sebab itu, bagi para penulis. Penghasilan yang kita dapat dari menulis buku pada hakikatnya dapat kita takar sebelum menerbitkan. 

Dapat kita lihat dari seberapa profesional kita, seberapa baik personal branding kita sebagai penulis, dan seberapa banyak pembaca kita pada platform menulis.

2. Takut dikritik 

Ketakutan ketika mendapat kritik menjadi kesalahan fatal si penulis ketika membuat buku. Berfokus pada asumsi orang atas naskah yang ia buat dengan sepenuh hati. 

Terlalu memikirkan pendapat pembaca, ketika memberi kritik dan komentar-komentar adalah kesalahan penulis yang cukup menghambat si penulis ke depannya. 

Untuk penulis yang takut dikritik,  ia harusnya menyadari bahwa  karya yang terbit adalah milik publik. Kita tidak dapat mengatur apa yang keluar dari mulut orang lain, tapi kita dapat mengatur hati kita untuk lapang dan menjadikan kritik sebagai ajang bertumbuh.

3. Menulis Tema yang Tidak Dikuasai


Poin ini rasanya hampir dialami semua penulis, terlebih penulis pemula. Menulis buku dengan tema yang tidak dikuasai. Hanya mengawang-awang dan pada akhirnya hanya akan membuat naskah tidak selesai. 

Sebenarnya, hal ini sah-sah saja dilakukan penulis ketika membuat buku jika didukung dengan riset. Bukan riset asal-asalan, sebab tereliye saja melakukan riset untuk satu naskahnya selama 9 bulan. 

Itu kenapa, untuk penulis apalagi penulis pemula lebih baik menulis buku dengan tema yang memang dikuasai, sehingga tidak perlu melakukan riset-riset lagi. 

4. Tidak Membaca Buku 

Tentu teman-teman pernah mendengar atau membaca sebuah kalimat ...

"Penulis yang baik adalah seorang pembaca"

Membaca dan menulis diibaratkan seperti sepasang suami istri. Bagaimana bisa lahir sebuah buku jika dalam proses menulis buku si penulis tidak memiliki banyak kosa kata karena tidak suka membaca. 

Jadi, mulai dari sekarang. Mari budayakan membaca dimulai membaca buku dengan genre yang kamu sukai!

5. Ingin Menulis Buku yang Sempurna

Pada hakikatnya, manusia memang ingin menjadi dan membuat yang terbaik. Namun harusnya kita memahami kalimat tidak ada yang sempurna, termasuk buku yang kita buat. 

Tidak sedikit, penulis yang ketika bukunya terbit membaca kembali bukunya lalu menyadari beberapa kesalahan yang ia buat dalam naskah tersebut. 

Kesalahan ini, terkadang menjadi alasan penulis larut dalam pembuatan naskah. Menulis, mengedit, menulis, mengedit, hingga ia jenuh dengan naskahnya sendiri karna kesempuraan yang ia cari. 

Untuk kamu yang sedang menulis buku dan ingin menerbitkannya, yuk hindari kesalahan-kesalahan di atas. Agar tulisanmu semakin baik ke depannya!

Saturday, July 4, 2020

Tanpa Gunakan Bahan Kimia, Ini Dia Kopi Organik Berkualitas dari Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat!


YUKKATA.COM-Kopi yang merupakan salah satu minuman wajib bagi para orang tua kini digandrungi juga oleh para kaula muda. Merebaknya kedai kopi di Indonesia, tentu menjadi salah satu faktor utama yang membuat kopi semakin dikenal semua kalangan. 

Mulai dari kopi espresso, ristretto, cappucino, americano dan masih banyak lagi. Eits tapi taukah kamu, bahwa ada kopi berkualitas yang diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia apapun di Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat, Indonesia? 

Air Hitam dan Way Tenong, Lampung Barat Penghasil Kopi Organik Berkualitas 


Provinsi Lampung berdasarkan data Kementerian Pertanian-Direktorat Jenderal Perkebunan 2018, merupakan provinsi penghasil kopi terbesar setelah Sumatera Selatan. Khususnya Lampung Barat yang merupakan etalase kopi, baik untuk Provinsi Lampung maupun nasional. 

Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong terkenal sebagai penghasil kopi organik, hal ini disebabkan karena masih banyak petani yang tidak menggunakan pestisida, herbisida, dan bahan kimia lain dalam proses produksinya. Pada 2017 dan 2018 tim pengabdian IBDM Universitas Muhammdiyah Metro memilih salah satu kecamatan di Air Hitam yaitu Desa Srimenanti. 

Desa ini dipilih sebab memiliki potensi untuk perkebunan dan memiliki potensi untuk pengembangan produk guna meningkatkan kapasitas dan ekonomi masyarakat. Selain itu juga, keramahan masyarakat yang terbuka menerima pembaharuan dalam segi teknologi ramah lingkungan menjadi alasan lainnya. 

Proses Pengolahan Tradisional Kopi Organik Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat

1. Kopi yang dipanen tanpa bahan kimia dan pestisida, biji kopi sudah masak dari batang 

2. Biji kopi tersebut dijemur di bawah terik matahari, hingga kadar air hanya 20%-25% saja 

3. Biji kopi dipisahkan dari kulit secara manual, ditumbuk menggunakan lesung atau mesin tumbuk hingga menjadi beras biji kopi dan siap digoreng 

4. Sortir beras biji kopi organik, yang terbaik adalah yang masih utuh dan bersih  

5. Jemur kembali beras biji kopi di bawah terik matahari seperti pertama penjemuran, hingga kadar air hanya 10%-13% 

6. Cuci sampai bersih 

7. Jemur kembali, hingga kadar air hanya 10%-13% seperti sebelumnya 

8. Penggorengan atau pengsangraian digunakan dengan cara tradisional yaitu menggunakan kayu bakar juga panci besi atau oven 

9. Lamanya waktu penggorengan akan berpengaruh pada warna kopi, terdiri dari hitam, cokelat kehitaman, dan kecoklatan. Umumnya masyarakat Indonesia dan Asia lebih menyukai kopi yang disangrai hingga berwarna hitam. 

Sedangkan untuk masyarakat Asia seperti Jepang, Korea, dan Taiwan, lebih menyukai cokelat kehitaman. Untuk kopi berwarna kecoklatan biasanya disukai oleh masyarakat Eropa 

10. Pembubukan, menggunakan alat penggilingan hingga kopi benar-benar halus 

11. Terakhir, pengemasan (packing). Pengemasan dilakukan secara steril agar kopi tetap fresh dan bisa bertahan berbulan-bulan bahkan tahunan. 

Mengonsumsi kopi tidak semata-mata hanya untuk menahan kantuk saja, banyak manfaat yang terkandung di dalamnya apalagi jika kopi yang dikonsumsi merupakan kopi organik. 

Manfaat Mengonsumi Kopi untuk Kesehatan

 
1. Mencegah Kanker Hal ini telah banyak dikemukakan oleh para peneliti, seperti oleh National Cancer Center di Tokyo Jepang yang meneliti 90.000 orang, baik penikmat kopi ataupun bukan. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi satu sampai empat cangkir perhari memiliki setengah resiko kanker hati dari mereka yang tidak pernah mengonsumsi kopi. 

 Penelitian secara konsisten menunjukan bahwa kopi dapat mengurangi resiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar. 2. Diabetes Harvard School of Public Health mengikuti lebih dari 125.000 penikmat kopi selama lebih satu dekade dan juga studi di Swedia dan Finlandia, hasilnya mereka mengemukakan bahwa penikmat kopi lebih rendah terkena diabetes tipe 

2. Bahkan, 20 studi yang dilakukan diseluruh dunia mengemukakan bahwa kopi mengurangi resiko diabetes tipe 2 tersebut hingga 50%. Para peneliti menduga bahwa kandungan asam klorogenat dan trigonelin pro vitamin B3 dalam kopi memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. 

 3. Jantung dan Stroke Sebuah studi lebih dari 83.000 wanita berusia 24 tahun yang mengonsumi kopi dua sampai tiga cangkir sehari memiliki resiko stroke lebih rendah 19% dari mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Sebuah studi di Finlandia terhadap pria, menunjukkan hasil yang sama. 

 4. Fungsi Kognitif Di Prancis, sebuah studi dilakukan pada terhadap 4197 wanita dan 2820 pria menunjukkan hasil bahwa mengonsumsi kopi setidaknya tiga cangkir sehari dapat mencegah penurunan fungsi kogntif otak karena penunaan sebanyak 33% pada wanita. Namun tidak ditemukan untuk pria, hal ini dimungkinkan karena wanita lebih sensitif terhadap kafein. 

 Meski memiliki segudang manfaat, kopi juga tentu memiliki dampak negatifnya. Seperti membuat ketagihan. Kafein yang terkandung dalam kopi memengaruhi sistem kardiovaskular seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. 

 Dampak negatif kopi terjadi apabila pengonsumsian secara berlebihan. Bagi kebanyakan orang, mengonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi tidak memberikan dampak negatif apapun. Namun jika lebih dari itu biasanya akan membuat jantung berdebar, susah tidur, sakit kepala dan gangguan lainnya. 

Untuk Ibu hamil, tidak disarankan mengonsumsi lebih dari satu gelas perhari. Meski penelitian tentang keguguran dan hubungan dengan konsumsi kopi memberikan kesimpulan yang beragam, namun hal ini berguna untuk menjaga Ibu dan janinnya. 

 Namun kopi sangat disarankan untuk kamu yang sedang gabut, bingung mau mengerjakan apa. Karna seperti definisi kopi itu sendiri (ketika otak perlu inspirasi) 😀

Yuk, ngopi sehat dengan kopi organik!

Thursday, June 4, 2020

Cerita Pendek: "Buku Harian Reyna"


Nyaring suara kami beradu dengan desau angin, berlomba-lomba bernyanyi paling keras seraya bergandengan di bawah pohon mangga tua yang hidup di sudut kanan lapangan sekolah dasar semasa itu. Sudah 20 tahun lalu, rasanya menyenangkan mengingat masa kecil di ruang kerja tuk menghilangkan penat.

Aku belum lama bekerja di tempat ini, rasanya orang-orang mulai memperhatikan tingkahku yang selalu menghadapkan diri pada kaca yang tembus keluar. Seperti pagi ini, tepat ketika aku sampai hujan langsung menyentuh kaca ruang kerjaku.

Aku memesan segelas cokelat hangat, menatap sesuatu di antara derai hujan. Aku mulai menyentuh bekunya udara melalui kaca, dingin sekali rasanya. Dari sini aku bisa leluasa melihat pemandangan. Ada koridor yang panjang, anak-anak kecil berlari tak peduli kilat yang menyambar, beberapa bunga yang ikhlas tertimpa hujan dan juga kenangan.

Aku melihat diriku di sana, melepas sepatu usangku dan menaruhnya sembarangan, berlari di antara gemercik hujan. Dari jauh dua sahabat kecilku mengikuti jejak langkahku yang membekas di tanah terisi hujan.

Belum lama ini sahabatku Romi melakukan hal yang sama seperti saat kami kecil dulu menarik lenganku dari ruang ini begitu saja, waktu itu romi datang tanpa permisi.

“Ayok... “ katanya dengan lirih

“Ke mana?” aku mengernyitkan dahi

“Sebentar saja” ia menyeretku tanpa memberi penjelasan

“Aku ambil payung dulu” kataku, seraya melepas genggamannya

“Tak usah” aku merelakan ia menggenggamku dan membuatku menyentuh air

“Rom, kamu gila yaa.” aku sempat ingin lari dari hadapannya ketika air semakin menyerap dalam tubuhku

“Vel, taukah? Aku bisa menciptakan cerita yang lebih hebat dibandingkan masa kecil kita.” Romi mendongakkan  wajahnya ke atas, menikmati hujan tanpa peduli aku yang ingin segera lari.

“Vel, aku mencintaimu seperti bumi yang selalu menanti hujan turun.” ia kembali menatapku seraya menggenggam erat tanganku. Aku sempat tak mampu berkutik dengan apa yang ia lakukan namun aku segera sadar dan melepas genggamannya.

“Rom, aku tak bisa.” aku berlari kecil meninggalkannya

“Vel, aku mencintaimu...” ia mengatakan lagi dengan lantang, untung saja sekolah sudah bubar. Anak-anak sudah pulang satu jam yang lalu hingga aku tak harus peduli deretan pasang mata yang akan mengintai di antara ruang. Hingga bisa saja reputasiku hancur di tempat kerja jika melihat pendidiknya hujan-hujanan bersama seorang laki-laki seperti sinetron-sinetron Indonesia.

**

Segelas cokelat hangat tiba tak begitu lama. Aku menggenggamnya, seraya ingin menatap kenanganku di luar sana lagi. Ah, tapi aku ingat. Bahwa aku ada jam mengajar, yaa aku adalah seorang guru di tempat aku bersekolah semasa SD dulu. Aku adalah seorang guru Bahasa Indonesia. Aku segera bangkit dan mengambil bahan tuk mengajar, berjalan santai di antara koridor yang ramai dengan celoteh riang. Mendekati pintu kelas semua murid berlari-lari mendahuluiku dan mencium tangan.

Selepas mengajar anak-anak lucu di kelas 2, aku kembali pada ruang kantor. Sudah waktunya untuk pulang, aku takkan berlama-lama hanya hendak mengambil tas dan kunci mobil. Baru saja langkahku tiba di ambang pintu, seseorang menatap dengan senyum khas di wajahnya bertengger di atas meja kerjaku.

“Vel, kamu tak pernah membiarkan aku tuk tahu kabarmu sedikitpun. Vel, aku tak ingin kehilangan siapapun lagi” ia mendekat ke arahku.

“Aku sibuk rom, kau tahu itukan.” Kilahku, lalu aku melaluinya begitu saja bergegas ke arah tasku.

“Vel, kita sudah dewasa.” Katanya

“Rom, nyatanya kau tak pernah bisa mengerti aku. Padahal kau yang paham mengapa aku begini.” aku pergi meninggalkannya begitu saja, yang beku di ruang kerjaku. Langkahnya tak berlari mengejarku, ia pasti mengerti bahwa mengejarku disaat seperti ini bukanlah pilihan yang tepat.

Aku sebenarnya mencintai Romi, sama seperti ia mencintaiku. Ia adalah cinta pertama bagiku, meski waktu itu aku terlalu kecil tuk memaknai sebuah rasa. Ia bahkan tak pernah mengecewakanku sedikit saja, selalu ada  dan menjagaku. Kami menghabiskan waktu bersama, bukan hanya ketika dewasa tapi sejak kami masih balita. Kami tumbuh bersama, tapi tak hanya berdua.

Rayna, adalah sahabat aku dan Romi. Wanita bermata sipit, dengan lesung pipi di sebelah kiri. Aku dan Rayna begitu berbeda, ia dan Romi sama extrovertnya. Merekalah yang selalu banyak bercerita ketika kami bersama lalu setelahnya selalu tertawa. Ia selalu tampak ceria, hingga aku dan Romi tak pernah menyadari ia menutupi segalanya. Tepat satu tahun lalu, ia menghembuskan napas terakhirnya. Aku hancur bukan main, bertahun-tahun bersahabat, bahkan ternyata aku tak mengenalnya sedikit saja.

Ia menderita complex regional pain syndrom, sebuah penyakit yang membuatnya merasakan sakit luar biasa. CRPS disebabkan oleh kerusakan sistem sarat pusat di otak, penyakit ini begitu menyikasi meski ia mencoba menyembunyikan dengan tawa garingnya, bersama perasaannya untuk Romi. Ah, aku harusnya sadar kenapa wajahnya selalu tersipu setiap kali Romi dekat dengannya. Aku menyesali tak pernah mengerti bahasa tubuhnya ketika aku bercerita tentang Romi sejak awal masa kuliah yang menginginkan aku menjadi kekasihnya.

Selepas ia dimakamkan, aku tersedu-sedu dalam kamarnya. Tak sengaja membaca sebuah catatan hariannya. Jadi ini teman curhatnya, sebuah kertas putih yang tak akan memberikannya tanggapan apapun selain menyimpan semua keluhnya dengan baik. Rayna, ternyata lebih memilih sebuah kertas dibandingkan diriku. Aku mengutuk diriku sendiri hari itu sembari membaca coretan tangannya.

Lembar Pertama Rayna.

Entah sejak kapan perasaan itu ada, aku tak pernah tau. Yang jelas adalah aku tak bisa memalingkan diri dari senyumnya.

Tuhan, apa aku berdosa ya mencintai sahabatku sendiri ?

Tuhan, tak bisakah aku mencintai yang lain saja ?

Aku tak pernah bisa menghentikan rindu yang kian menggebu, padahal kami baru saja bertemu. Aku mencintainya sedalam ini, melupakan satu hal terpenting dalam hidupku.

Tuhan, Romi adalah sahabatku dan aku mencintainya.

 

Lembar Kedua Rayna

Seperti biasa, kami berjanji tuk bertemu. Sesekali aku ingin pergi berdua dengan Romi saja. Tidak, tidak ada maksud menginginkan Veliza menghilang. Aku menyayangi Veliza juga, tapi perasaan ini tak bisa dilarang. Diam-diam aku ingin menggenggam tangannya, mengatakan sedalam apa aku mencintainya.

 

Lembar Ketiga Rayna

Diagnosa dokter tentang kesehatanku ternyata benar. Hari ini aku tak bisa apa-apa selain terbaring di atas kasur, lemah sekali rasanya. Veliza siang tadi datang, aku baru saja ingin menceritakan segalanya tentang penyakit ini dan perasaanku. Paling tidak sebelum aku mati, aku ingin ada yang tahu bahwa aku pernah jatuh hati. Namun semuanya ku urungkan, Veliza berbunga-bunga sekali, ternyata sebab mentari yang sama yang menerangiku selama ini.

Hem.. mengapa duniaku menjadi begitu pekat seketika ya.

 

Air mataku menganak tak hentinya, tak kuasa melanjutkan lembar demi lembarnya. Aku berlari keluar kamar Rayna, di ruang tamu masih ada keluarga Ray dan juga Romi. Niat awal tuk berpura-pura pulang karena lelahpun tak mampu ku sampaikan, selain berlari dari buku harian itu. Rayna, ternyata aku yang menyiksamu selama ini? Ray, apakah aku yang membuatmu mati secepat ini? Aku membentur-benturkan kepalaku pada stir mobil, ku kunci dari dalam. Sedang Romi mengetuk-ngetuk dari luar aku abaikan. Sejak saat itu, meskipun aku mencintai Romi begitu dalamnya. Semuanya ku biarkan berhenti, aku tak ingin menyakiti Rayna lebih jauh meski ia tak lagi di dunia ini.

Hari ini adalah jadwalku bertemu dengan Rayna, aku rindu sekali dengannya. Sejak ia pergi tak ada orang yang mampu menggantikan posisinya dihidupku. Tawa riangnya, senyum simpul di wajahnya, celoteh singkat yang membuatku tertawa hingga menangis. Rayna, mengapa kamu tak mengatakan saja, mengapa kamu membuatku berdosa begini. Ah, aku masih saja menyesali semuanya. Padahal mungkin Rayna sudah bahagia di sana.

Aku menghentikan mobilku setelah sampai di parkiran pemakaman, aku harus berjalan melewati beberapa kuburan. Tampak kuburan baru yang tanahnya masih basah, dikelilingi keluarga yang menangis menatap lekat nisan kuburan tersebut. Kita tak pernah tahu umur memang, mungkin saja aku bisa mati sebelum sampai ke rumah bertemu keluargaku. Kematian begitu meninggalkan luka, aku merasakan itu. Kepergian Rayna adalah luka terbaik yang aku rasakan selama hidupku. Setelah melewati jalan berliku yang menjadi rute pemakaman, tinggal beberapa langkah lagi aku akan bertemu Rayna. Ah, itu dia Rayna di sana tapi siapa yang sedang mengunjunginya.

“Romi.” Aku menghentikan aktivitasnya yang sedang berdoa.

“Jadi kamu yang selalu mendahuluiku bertemu Rayna, menaburkan bunga di atas kuburannya?” kalimatku justru dibalas senyum hangatnya.

“Vel, kamu baru pulang bekerja?” katanya

“Kamu tak menjawab kalimatku Rom.” Aku duduk di sebelahnya, menyentuh nisan Rayna.

“Hmm, Rayna. Aku datang, aku rindu sekali padamu. Sudah berapa lama ya kamu pergi, Ray tak ada yang sepertimu di sini. Yang bisa membuatku tertawa sambil menangis. Ray, aku rindu sekali, ah aku mengatakannya lagi.” Aku mengungkapkan kerinduanku, mengabaikan Romi di sampingku. Tak sadar air mataku menetes jatuh ke tanah.

“Rayna, Veliza marah padaku setelah kamu pergi. Ray, padahal aku juga rindu kamu. Tapi entah kenapa Veliza menyalahkanku ya.” Tiba-tiba Romi ikut berbicara pada Rayna.

“Romi kamu tidak harusnya bicara begitu pada Rayna.” Aku menanggapi.

“Kau liatkan Ray, bagaimana sikap Veliza padaku? Ia sama sekali tak berlaku baik padaku seperti yang kamu minta.” Aku langsung terperangah dengan kalimatnya, membiarkan ia melanjutkan.

“Kenapa?” ia justru menatapku.

“Kamu tidak percaya bukan Rayna memintaku begitu?” sambungnya.

“Kapan kau bicara dengan Rayna?” aku balik bertanya.

“Ini.” Ia memperlihatkan buku Rayna padaku, seketika aku hanya bisa diam. Buku yang sempat aku baca, buku yang membuat hatiku teriris dan merasa berdosa.

“Kau harus baca sendiri Vel, kau tak harusnya menjauhiku. Vel, perasaan itu fitrah dan ini bukan salah kita. Kamu dan aku bukanlah Tuhan yang bisa mengatur semua sesuai kehendak kita. Jika saja aku tahu Rayna mencintaiku, aku tak akan membiarkan di antara kalian terluka. Aku akan memilih menahan, seperti yang Rayna lakukan. Karena sahabat lebih penting, bukan?” Ia menatapku lekat.

“Bacalah, kau perlu menyelesaikan apa yang kau mulai.” Ia menyerahkan buku harian Rayna padaku.

Tanganku gemetar tak karuan ketika memulai membuka buku itu lagi, tuk kedua kalinya. Ku sentuh lembut, kata bertuliskan RAYNA pada sampulnya.

Lembar ke empat Rayna

Jika aku punya waktu banyak, mungkin persahabatan aku, veliz dan Romi akan rusak ya. Sebab aku tak bisa menahan semuanya lagi. Perasaanku pada Romi tiap harinya kian tumbuh meski perhatiannya jauh lebih banyak untuk Veliza. Aku sakit, bukan hanya tubuhku tapi hatiku. Tapi Tuhan itu selalu maha adil, itu mengapa aku harus pergi.

Lembar ke lima Rayna

Penyakitku sudah kian parah, tak ada satu orangpun yang tau kecuali dokter yang menanganiku. Aku ingin bilang, tapi tak ingin menyusahkan. Tapi itu tak mungkin, kalau keluargaku dan sahabatku tau pasti mereka akan sibuk denganku. Menghabiskan waktunya untuk merawat orang sakit sepertiku, ah aku tak ingin membuat mereka susah.

Aku percaya, jika memang yang terbaik adalah hidup maka aku akan bisa bersama mereka dalam waktu yang lama

Lembar ke enam Rayna

Aku bosan sekali bertemu dokter, ah ia sudah tua. Jika saja dokternya muda dan tampan, mungkin aku bisa lupa bukan hanya pada rasa sakit di tubuhku tapi juga di hatiku. Dokter bilang umurku tak lama lagi, ini waktu yang tepat sepertinya mengungkapkan segala.

Lembar ke tujuh Rayna

Untuk ayah dan ibu, aku minta maaf belum sempat merealisasikan mimpi-mimpi kalian. Aku belum bisa berbakti dengan baik. Juga untuk Veliza dan Romi, kalian adalah teman terbaikku selama hidup. Entah berapa lama lagi aku bisa menulis, yang jelas ini adalah kesempatan berharga bagiku.

Kemarin sore, ketika kita bersama-sama pergi ke toko buku aku ingin bicara tapi perpustakaan bukanlah tempat yang tepat bukan. Kita dilarang bicara di sana, selepas pulang dari sana aku pikir aku punya kesempatan ketika kita makan, aku ingin mengungkapkan semuanya. Aku sudah menyiapkan diri untuk mengatakan bahwa aku menyukai Romi dan minta maaf pada Veli bahwa aku menghianati perasaannya. Aku ingin bilang, aku sakit dan tak bisa bersama kalian lagi. Aku ingin bilang aku lelah dengan semua ini.

Tapi saat aku sadar kembali, kenapa aku justru ada di rumah sakit ini. Melihat kalian berdua duduk hingga tertidur menungguiku di samping kanan dan kiriku. Ini membuatku semakin terluka, tuk pergi selamanya. Aku sayang kalian, aku tak akan bilang apapun lagi. Yang aku ingin adalah Veli dan Romi bersama, menjadi sepasang kekasih sebab dulu pernah menjadi sahabat. Bukan hanya berdua, tapi denganku juga. Aku ingin suatu ketika kalian menatap langit-langit yang ditenggelamkan senja lalu mengatakan ...

“Rayna, sedang tersenyum di sana melihat kita bahagia.”

Badanku lemas sekali selepas membaca buku harian Rayna, aku tersungkur di atas nisannya. Ku biarkan diri menangis sejadi-jadinya. Sedang Romi membiarkanku, tak lama ia mengelus kepalaku.

“Vel, kau lihat di ujung langit sana. Ada senja, Rayna sedang tersenyum. Kamu tak bahagia melihatnya?” ia membuatku mengangkat kepala, menghapus segala air mata lalu ikut tersenyum melihat senyumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 


Tuesday, April 7, 2020

Antologi Cerpen Naskah Tentang Hati : Cinta Diam-diam


Suara keyboard laptop yang tak sekencang mesin ketik mengalah pada riuh tawa dan kata, deretan meja dan kursi yang berhadapan, tumpukkan buku yang menjulang, ku duduk sendirian menatap ramai di pojok educafe ini. Tak dapat fokus sejak hadirnya alat musik yang disediakan, aku sudah sering ke tempat ini sejak pertama kali dibuka. Sejak suasana masih asyik-asyiknya tuk membenamkan diri pada lamunan.

Meski begitu setidaknya aku bisa menghindar dari semua orang atau bahkan sahabatku sendiri yang mengatakan hal sama. Bicara tentang bodohnya seorang mahasiswi berprestasi sepertiku, menyukai seseorang yang tidak ada kelebihannya. Mereka tidak pernah mengerti, bahwa cinta bukan soal nilai. Memang benar, dia bukan siapa-siapa sehingga tidak terlihat di fakultas kami, tidak tampan, tak ada satu hal pun yang dapat orang lain banggakan darinya. Tapi aku selalu senang bersamanya dengan sikap pendiamnya, melihat gaya bicaranya yang masih kental dengan logat daerah asalnya. Apa yang salah dari perasaan ini?

Aku memutuskan untuk menjalin hubungan diam-diam, sebuah komitmen yang diikrarkan hanya melalui pesan singkat tanpa ada saksi dan tamu undangan. Bagiku tak apa, selalu menyenangkan menatapnya di antara deretan wajah yang berjejer di atas kursi. Ikut tersenyum ketika ia tertawa bersama teman-temannya, terluka ketika dia dekat dengan yang lain. Ah, adakah cinta seperti itu dizaman seperti ini? Kenyataannya adalah aku dan ia, meski hubungan diam-diam ini bukanlah yang kami inginkan. Aku tidak pernah main-main dengan perasaanku, hingga mengabaikan banyak lelaki sebab hubungan diam-diam kami.

Deretan pesan tak henti-hentinya masuk dalam ponselku, ah siapa lagi kalau bukan Reni dan Tika sahabatku. Aku sedang menghindari mereka, mana ingin membalasnya. Aku hanya kesal, bukankah seorang sahabat harusnya saling mendukung atas kebahagiaan sahabatnya. Tapi mereka tidak melakukan hal yang sama, atau mungkin aku harus mempertimbangkan layak tidaknya predikat sahabat untuk mereka.

Reni bahkan setiap bertemu selalu mengungkit sisi buruk dari Rizal, pacar diam-diamku. Tika tidak melakukannya, meski iapun tak pernah mengatakan mendukung kedekatanku dan Rizal. Aku mulai jenuh mendengarkannya, kami satu jurusan dan bisa melihat gerak-gerik Rizal, aku bisa menilai sendiri.

“Coba tanyakan pada dirimu, apa yang membuatmu jatuh hati begitu dalam padanya?” Reni menatapku lekat

Aku diam mengingat, awal mula perasaan ini ada. Ospek hari pertama, tepat sebelum aku mengenal Reni dan Tika. Kami berbaris di lapangan kampus, aku sendirian hari itu dan tidak mengenal siapapun. Kakak senior yang tak lain adalah anak himpunan terus saja berteriak-teriak memaki kami bergiliran. Bajuku sudah basah oleh keringat dingin, aku juga tidak sarapan. Bukan karena tak ingat atau tak sempat, aku memang tak bisa sarapan pagi karena selalu sakit perut setelahnya. Tanpa sadar aku tersungkur ke tanah, tapi aku masih bisa mengingat dengan jelas bahwa Rizal di sana. Ia mendudukkanku di tempat yang teduh, memberiku minum dengan tersenyum hangat. Perasaan hadir sesederhana itu, apa yang salah dariku?

“Kamu terlalu banyak menonton FTV Dina, ayolah” Reni melanjutkan celotehnya setelah mendengar kalimatku.

“Dia juga menyukaiku, apa yang salah.”  Tatapku tak lagi seperti Dina biasanya, semua sudah terisi penuh oleh kekesalan yang ku tahan selama ini.

“Berhentilah Ren, itu tak akan merubah apapun” Aku berdiri melangkah.

“Din, kau berhak dapatkan yang lebih dari dia. Aku menyayangimu, aku dengar ia dekat dengan perempuan lain” Reni menahan langkahku.

“Aku juga menyayangimu Din, jika yang Reni sampaikan benar. Aku takut kamu terluka” Tika yang tak pernah bicarapun menimpali hari itu, hanya satu kalimat dan itu membuatku meneteskan air mata. Aku menghempaskan jemari Tika yang menahanku, mereka tidak pernah tau bahwa aku lebih baik terluka karna mencoba dibanding terluka karna tak pernah memilikinya.

Ini hari kedua aku mengabaikan mereka, biarlah saja. Aku harap mereka akan mengerti. Namun justru mereka tidak henti-hentinya menghubungiku, tika-tika-tika-tika-tika semua pesan dan panggilan darinya. Reni kemarin, hari ini tidak. Mungkin ia sedang merenung karna kalimat-kalimatnya setiap hari yang membuat sakit telinga juga hatiku. Ah, tapi tidak,lihatlah panggilan baru yang masuk Reni-Reni-Reni terus saja hingga ribuan detik berlalu.

“Iyaa” aku mengangkatnya malas

“Di mana kau?” Reni berteriak di sana

“Kamarku”

“Berisik sekali di kamarmu”

“Aku memutar musik”

“Kamu masih marah?”

“Tidak”

“Bohong”

“Tidak”

“Baiklah, aku sayang kamu Din. Rizal bukan yang terbaik untukmu, ingat itu”

Tutt---tuttt ... Ia memutus sambungan telpon kami dengan kalimat terakhir yang kalian tau bagaimana menyebalkannya. Aku merasa semakin kesal karnanya, bukankah aku pikir dia akan minta maaf karna menelponku berkali-kali. Maka ku putuskan untuk memesan satu porsi makan dan minum lagi, mungkin dapat mengurangi kekesalanku.

Lama sekali waitress menghidangkan pesanan, aku sudah kian kesal. Namun setelah 10 menit aku menunggu dengan berceloteh sendirian, makanan itu datang. Aku segera meraihnya tanpa ba-bi-bu bahkan sempat lupa berdoa namun segera ingat pada suapan kedua. Aku harap kekesalanku hilang dengan pergi ke tempat ini dan makan banyak. Namun kenyataaannya aku justru tambah kesal hingga rasanya jika tidak malu ingin teriak dan menangis. Jadi inilah alasan ia berceloteh hal buruk tentang Rizal setiap hari padaku, membuatku agar membencinya. Bertanya aku sedang di mana baru saja, tuk sekadar memastikan bahwa aku yang di kamar tidak akan melihat adegan mesra mereka berdua.

Reni dan Rizal, mengisi satu tempat duduk yang kosong di educafe ini seraya saling menggenggam jemari.