Tegal Mas Island (Rumah Adat Lombok di Tepi Laut)

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat, h3h3.

Apa lagi yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa setelah UAS, selain libur panjang. Menyambangi berbagai tempat wisata yang disediakan Tuhan. Aku sangat bersyukur, lolos tanpa syarat yang bertele-tele di sebuah kampus di Pulau Sumatera, dengan berbagai destinasi menariknya.

Salah satunya Pulau yang aku datangi diliburan semester kali ini, Pulau Tegal Mas yang terdapat di Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan. Pulau ini tentu tak kalah indahnya dari Pahawang, Gigi Hiu, Kiluan serta surga bahari lainnya di Lampung.


Rumah Adat Lombok

Selain air laut yang jernih dan berwarna hijau toska, di Pulau ini juga terdapat rumah adat lombok yang membuat kita berasa sedang ada di Lombok gaes. H3h3

Ehtapi, rumah adat ini juga bukan hanya sekedar pajangan atau tempat berselfi saja. Sebenarnya ini adalah cottege yang disewakan untuk kita bermalam bersama sahabat, keluarga, teman sekelas, teman kerja, atau teman hidup. *eeaa


Adik sepupuku, duduk santai di depan cottege untuk keperluan bersosial media. h3h3

Btw, Pulau Tegal Mas ini tidak terlalu jauh dari kota Bandar Lampung yang menjadi pusat Provinsi Lampung, kok. Dan karena tegal mas ini adalah sebuah pulau yang berada di tengah lautan, untuk sampai di Pulau Tegal Mas ini kita mesti menaiki perahu untuk menyebrang. Ohiya gaes, aku sarankan ketika hendak menyewa perahu maka pilih orang yang pintar menawar ya karena tinggi atau rendahnya harga keberangkatan tergantung bagaimana kita bisa bernegosiasi. h3h3

Perjalanan menyebrangi laut menggunakan perahu

Tempat untuk penyebrangan menuju Tegal Mas berada di Pantai Sari Ringgung dan Pantai Mutun, tapi kalau aku sendiri menyebrang di Pantai Sari Ringgung, karena saat itu taunya di situ. di Pantai Ringgung kita bisa berselfi ria dulu gaes karna memang pemandangannya sangat disayangkan jika dilewatkan. Atau kita juga bisa sekedar santai di gubuk-gubuk yang berderet di tepi pantai. Ayee

Pemandangan di Pantai Sari Ringgung (Foto Berbeda Waktu)

Selama perjalanan menyebrang aku sangat menikmati angin yang menerpa wajahku, membiarkan jemari menyentuh air laut yang dingin, menatap deretan gunung serta sesekali melihat perahu lain yang melaju, diiringi tawa 5 orang yang berada satu perahu denganku.


Tempat bersantai ketika baru sampai di Pulau Tegal Mas

Dari Pantai Sari Ringgung menuju Pulau Tegal Mas juga tidak memakan waktu banyak, paling lama sekitar 15 menit kita sudah sampai di tulisan welcome. Sebelum masuk untuk pembelian tiket disediakan tempat duduk seperti di cafe-cafe dengan view yang wah Masya Allah pokoknya, menurutku tempat ini digunkaan untuk menunggu perahu selepas pulang atau untuk bersantai sebelum memulai petualangan di Pulau. Tiket masuk perorangnya yaitu Rp. 30rb, kita diwajibkan untuk menulis nama satu orang saja dibagian tiket, yang entah untuk apa dan kenapa cuma satu orang. Mungkin sebagai syarat masuk saja.

Pintu Masuk Pulau Tegal Mas, Bersama Adik Sepupuku.

Saat sudah memasuki Pulau, partner Tegal Masku yang lain bergegas mengganti pakaian untuk berenang, hanya aku sendiri yang tidak saat itu. Yaa aku tidak terlalu suka berenang di laut karena sering pusing ketika terlalu lama terkena matahari yang terik, terlebih kami baru datang pada pukul 11 siang.

Awalnya aku hanya berkeliling membawa kamera, berkenalan, mengobrol ringan, lalu meminta teman baruku itu untuk memofoku. Main halus gaes h3h3.

Setelah lelah berfoto ketika hari mulai redup, aku putuskan untuk menyentuh air. Aku bisa melihat binatang laut dengan jelas, banyak ikan-ikan berlarian mengelilingi kakiku, patrick tanpa spongebob, sejenis keong sawah tapi beda, entah apa namanya dan kerang. Untuk yang terakhir memang banyak tapi agak sulit. Aku mengatakan sulit karena hari itu aku membantu seorang ibu-ibu yang sedang mencari kerang bersama anak atau mungkin keponakannya. Beliau juga merupakan pengunjung Pulau ini, kenapa aku katakan sulit, karena selama pencarian itu aku hanya mendapatkan satu. Hmm, mungkin karena aku terlalu banyak bersenang-senang dibanding membantu.



Dari jauh ketika aku masih bersama dengan ibu tersebut, 2 manusia yang datang bersama denganku memanggil dari jauh. Mereka  menaiki kano, yaitu olahraga air yang menggunakan sejenis perahu kecil untuk satu atau dua orang. Mereka menyewanya seharga 15rb selama satu jam kalau tidak salah. Meski rasanya lucu sekali melihat mereka, mendayung kesana-kemari hingga lelah, hingga pada akhirnya tak ada yang mengalah menentukan arah ke mana akan mendayung. 

Pulau ini tidak terlalu luas menurutku, hanya saja setiap sisinya memang memiliki keindahan yang berbeda. Bisa dibilang, Pulau ini adalah versi lengkap sebuah wisata.



Setelah cukup lama di dalam air tanpa basah-basahan, rekanku telah usai. Akupun sudah lelah tak mendapatkan kerang, akhirnya mereka mengajakku ke cottege yang sudah ku  jelaskan, sebuah cottege rumah adat lombok, tempat yang sangat menarik perhatianku dan tentu pengunjung yang lain juga. Meski menurutku harga yang ditawarkan untuk menginap di rumah adat lombok cukup mahal, Rp. 3jt dan maksimal dihuni oleh 6 orang. Ya, namun itu setimpal dengan fasilitas dan pemandangan di Pulau ini, cottege di tepi laut. Kita bisa mendengar merdunya deru ombak meski di dalamnya, melihat senja yang temaram, menikmati bekunya udara diwaktu malam. J 






Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca.
Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

2 Responses to "Tegal Mas Island (Rumah Adat Lombok di Tepi Laut)"