#KKN12

Sabtu, 3 Agustus 2019

Bakar-bakar selalu terkesan seru. Tertawa-tawa menunggu ikan matang. Tersedak asap, dan mengibas-ngibaskan kipas. Apalagi jika dilakukan pagi hari. Ya, tiap pagi bakar-bakar kerap ku lakukan seorang diri, tanpa ikan dan tawa riang. Ku bakar-bakar sendirian, menggunakan korek yang entah milik Gilang atau Fachri. Yang jelas bukan miliki Ridho karna ia tak merokok. 

Tiap pagi aku bakar-bakar, sampah menumpuk di pekarangan posko. 

Tak ada jadwal mengajar tuk hari sabtu, tak ku lihat wajah Gilang dan Nizam, dua sahabat kecil yang lucu. Ferdi, Zia, Pak RT Nimin dan aku pergi keliling TPA hari ini, apalagi kalau bukan melanjutkan tugas kami semalam. Mencari anak yang berani dan memenuhi syarat melangkah untuk kami kirim sebagai perwakilan desa.

TPA pertama, Babul Jannah. Pemiliknya memiliki anak yang lucu bernama Alwi, berusia satu tahun yang mampu ku bujuk dengan kunci motor, akhirnya mau duduk dipangkuanku. Alwi tampan sekali, bapaknya juga. :") maapkeun akoh Tuhan, salah pokuss. 

Bolu dan teh hangat yang disuguhkan ku nikmati satu iris, kami lebih banyak bercerita tentang perkenalan. Lazimnya orang kali pertama bertemu. Namun menyenangkannya pembicaraan kami tak menghantarkan pada hasil yang diharapkan, tak ada anak yang bisa dikirim. Ustadz dan ustadzah yang merupakan orang tua Alwi tak berani menuliskan nama tanpa persetujuan anak yang bersangkutan, maka kami putuskan untuk bertukar ponsel dan menunggu kabar. 

TPA kedua, kosong tak ada orang, mungkin ustadz/ahnya sedang bakar-bakar. TPA ketiga yang ku harap memunculkan harapan karna ustadzahnya ada ternyata tidak menghasilkan apapun padahal kami lebih dari satu jam mengobrol hingga pulang karna panggilan adzan.

Hari ini 5 hadiah ku sediakan untuk 5 siswa terpilih hari ini. Tiap bimbel aku kerap menyediakan hal ini semacam pancingan agar mereka semangat. Hadiah untuk anak kecilpun tak terlalu sulit, barang-barang murah yang bagi kita sederhana, bagi mereka teramat mengesankan. 

Aku suka sekali mengajar, itu kenapa aku ingin menjadi dosen. Aku merasa hidup ketika bercengkrama di depan anak-anak didikku. s1 BK tentu membuatku akan jarang masuk kelas, fokus pada ruang konseling  meski sekarang BK disediakan jam masuk kelas. Disatu sisi aku juga ingin mendirikan TK sendiri, menyenangkan melihat anak-anak kecil berlarian. 

Meski terkadang melelahkan menghadapi mereka yang aktif, menguras tenaga dan pikiran membuat mereka tak bosan. Biasanya sebelum atau selepas mengajar aku tidur sejenak, mengumpulkan energi tuk melanjutkan aktivitas lagi.

Selepas bangun tidur ternyata anak-anak didik bimbelku sudah menunggu di altar posko kami dengan sepeda mereka yang lebih besar dari postur badan. Mengajakku berkeliling kampung, dan menjadi boncengan. Jika dilihat sekilas aku mereka terlihat sama, postur badanku yang kecil dan kurus tak terlalu jauh dengan mereka.

Belum jauh dari posko, aku mesti menggerakkan senyum dibibir menyapa pemuda desa yang sedang bekerja, saling melempar sapa bukan saling bakar-bakar.


Related Posts:

1 Response to "#KKN12"

  1. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete