#KKN14

Senin, 5 Agustus 2019

Aku tidak ingin menjadi guru, tapi aku suka mengajar. Maka moment KKN yang beberapa kegiatannya diisi dengan mengajar anak-anak ku manfaatkan sebaik mungkin. Jika bisa atau jika sedang mood maka tiap paginya aku pergi menyambangi TK, membantu mengajar adik-adik lucu yang jika satu orang bertanya, maka yang lain ikut bertanya dengan pertanyaan yang sama. 

Belum sempat mengajar kelas, tiba-tiba Umi memanggilku dan Mbak Lita, meninggalkan Indri di ruang kelas yang berbeda dengan kami. Sebutan Umi sebenarnya tidak hanya untuk satu orang di tempat ini, tapi Umi yang memanggil kali ini adalah Umi pemilik TPA Al-Aulad. 

Beliau memberitahukan kami bahwa kepala sekolah yang kami cari beberapa hari kemarin sudah ada di sekolah, tujuannya yang pertama tentu perihal silaturahim dan sisanya meminta kesempatan untuk mengenal anak-anak SD yang sebagian sudah kami kenali melalui kegiatan bimbel 3x setiap minggu di Posko. 

Di dalam ruang kantor yang tidak terlalu luas, seorang ibu-ibu usia lanjut, berkacamata plus, tampak duduk di kursi yang paling depan, tidak sejajar dengan kursi-kursi lain. Dari situ kami bisa menebak bahwa beliaulah kepseknya. 

Seorang ibu yang memiliki anak se-usia kami juga, dan belajar di tempat yang sama dengan kami. Banyak bercerita tentang kehidupan masa muda dan latar belakang pendidikannya. Wajar saja, usia beliau memang adalah fase ingin didengarkan.

Disela pembicaraan, Bu kepsek menyuguhi gaplek. Sejenis makanan tradisional dari singkong dijemuar hingga kering, dibalut dengan kelapa parut. Putra yang menjadi anak didikku di bimbel melahapnya dengan semangat ketika melewati ruang kantor dan ku minta masuk. Putra, anak kecil yang lucu namun menurutku kurang terurus karna penampilannya yang kusut, bersemangat menjalani hari-harinya dengan tubuhnya yang mungil.

Selepas tujuan kami tersampaikan dan diiyakan oleh pihak sekolah, maka kami putuskan untuk kembali ke TK, tak enak hati pada Indri yang kami tinggalkan tanpa sempat diberi keterangan. Belum lama tiba, anak-anak sudah menggelendot di belakangku. Menyenangkan jika hanya satu anak, tapi bayangkan saja, lebih dari 5. Membuat badan gerah, tapi tidak bisa membuat diri marah.

Hari ini ada mpek-mpek yang kalau tidak salah oleh-oleh orang tua Vio yang mengunjungi menyambut kepulangan kami dari TK, rasa asam-manis-pedas khas air cuka kebanyakan ternyata tidak cukup untuk menahan lapar, h3h3. Akhirnya nasi gorenglah pekerjaan tambahan untuk pencernaanku. 

Sore hari kami mengajar TPA seperti biasa, sebelum itu ku habiskan waktu tuk mendengarkan musik-musik galau, menunjang perasaanku. Aku sedang rindu, itu saja. Rindu siapa, aku pernah menjabarkan seseorang yang ku suka pada hari kemarin, lelaki berkacamata yang sudah tak lagi menyapa, seseorang yang bisa mengerti dengan baik siapa aku. Aku hanya rindu, jadi abaikan saja. 

Alin dan Royyan seperti satu minggu ini, datang untuk latihan perlombaan TPA. Malam harinya aku dan ferdi membuat proposal. Malam harinya begadang hingga jam 2 menonton film. Itu saja agendaku hari-hari terakhir.

Aku bosan. Sebenarnya baru sekarang-sekarang, kemarinpun kegiatannya sama, hanya saja tawa darinya masih menyapa. :)

Related Posts:

1 Response to "#KKN14"

  1. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete