#KKN4


jum'at 26 Juli 2019

Jum’at adalah hari kerjaku di dapur di tempat ini, dua hari dalam seminggu. Satu hari lagi terdapat pada hari rabu. Sebut saja kepanjangan KKN hari ini adalah kuliah kerja ngebabu, hoho. Meski sebenarnya tidak full sehari, tugas piket hanyalah memasak, beres-beres rumah, menyikat kamar mandi, menyapu dan mengepel rumah dan ruang aula balai desa. Dengan 4 orang pekerja, satu di antara kami laki-laki, Fachri. Dua lainnya adalah Lita dan Cahya, mari ku kenalkan. Lita, seperti gadis jawa yang kita ketahui dalam cerita-cerita. Lembut tanpa banyak bicara, apalagi di hadapan anak kecil. Cahya, seperti yang sudah ku tulis pada hari ketiga. Gadis keturunan Lampung, bermata sipit dan berbicara sedikit tinggi, bukan karna marah tapi karna begitulah logat khasnya.

Aku tak pandai memasak, maka ku ambil alih untuk berbenah. Menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bersenda gurau bersama sapu dan alat pel lantai. Sisanya, ku biarkan pewangi lantai turut andil dalam pekerjaan kami. Ya, kami. Aku, sapu, dan pel-an.

Sedang Fachri, entah sedang apa. Mungkin sedang tidur atau bermain games, atau bahkan mungkin sedang mandi lalu pergi membantu kerja bakti masyarakat seperti biasa, aku tidak tau. Aku hanya tau, bahwa sapu dan pel-an masih membantuku menyelesaikan pekerjaanku pagi ini.  

Pekerjaan kami selesai pada jam 08, setiap hari begitu meski kadang bisa sampai jam 9 atau bahkan jam 10. Lalu siap-siap, kedepan tujuan pertamaku setiap hari cenderung sama. Menyambangi sekolah TK, lalu istirahat sejenak, mengajar bimbel, pergi ke TPA atau ikut senam bersama ibu-ibu. Itu normalnya, belum lagi acara-acara dadakan desa dihari-hari tertentu, seperti pengajian, yasinan, forum diskusi, rapat, dan tetekbengek lainnya, yang tentu saja meski melelahkan menambah pengalamanku tiap harinya.

Pengajian dadakan hari ini kami sambangi beramai-ramai, pengajian ibu-ibu Nahdliyin yang diisi dengan baca yasin dan doa-doa. Dadaku sedikit terketuk ketika disampaikan bahwa ada kultum pada akhir pengajian, dan biasanya anak KKN siap tidak siap akan kena imbasnya. Maka aku pamit sejenak tuk mempersiapkan, hanya berjaga-jaga jika saja ada panggilan. Dan ketika tiba diacara kultum, ternyata benar kami disuruh tapi tidak secara sungguh-sungguh, hanya sekedar basa-basi. Akhirnya apa yang aku siapkan pun tak terpakai hari ini, ah biar saja mungkin esok akan perlu, tentu saja.

Kami pulang setelah membereskan bekas pengajian, dan mencuci piring. Seperti biasa. Hari yang melelahkan, sungguh. Sebelum ikut pengajian ini kami telah beraktivitas keliling desa, menyambangi rumah demi rumah. Sudah ku bilang, aku mudah lelah. Mungkin karna terlalu banyak berjalan, dan bicara.

Kepulangan pengajian kami isi dengan tontonan favorit posko, spongebo dengan tertawa khasnya sembari membahas proposal. Kami akan mengajukan dana untuk penggarapan beberapa acara di desa, hanya tinggal mengganti-ganti setiap kata tujuan kami karna aku memiliki soft filenya. Di lain sisi aku bercengrama melalui kata bersama sahabatku Laila, mengirim jepretan lucu wajah kami masing-masing. Ini sudah malam, dan ini hari keempat, aku rindu teman-temanku.


Related Posts:

0 Response to "#KKN4"

Post a Comment