#KKN27

Minggu, 18 Agustus 2019

Sisa-sisa perayaan HUT RI masih membekas dibenak kami masing-masing, pegal-pegal masih terasa dipundak, dan gelak tawa warga masih terbayang di pelupuk mata. Tidak hanya itu, sampah-sampah masih berserakkan di Lapangan. 

Itu artinya pagi kami adalah bakti sosial. Mengembalikan kondisi Lapangan seperti semula bersama seluruh panitia. Kami meminjamnya dengan resmi melalui surat, kami harus mengembalikannya dengan benar, tak ingin momen 17-an membuat salah satu pihak merasa dirugikan. 

Sebelum berangkat, Pak Arief yang mengomando kami mengarahkan untuk membawa air panas dan kopi. Aku dan Sherly tidak ikut berangkat bersama yang lain, memasak air panas yang bahkan hingga mereka selesai bakti sosial Lapangan masih belum matang. 

Api dari tabung gas yang hendak habis menghambat segalanya, padahal kopi dan gelas sudah kami sediakan dengan rapi gagal dibawa ke Lapangan karna mereka lebih dulu pulang. 

Tak ada yang bisa disalahkan, aku juga tidak mau karna yang paling berhak disalahkan adalah tabung gas dan baiklah aku baru saja menyalahkannya. Tapi kenyataaannya memang begitu, kita kerap menjadikan orang lain sebagai penjahat atas kegagalan yang kita lakukan. Kita kerap merasa menjadi korban atas kesalahan kita sendiri, dalam banyak kasus. 

Gas tabung yang hanya bisa diam, mungkin juga tak ingin disalahkan. Orang yang hanya diam saja ketika dihakimi, berlaku tidak perduli, mungkin ia begitu tersiksa tapi hanya menyimpannya dalam hati. 

Mungkin, yang layak disalahkan adalah kesalahan itu sendiri agar tidak lagi diulangi.

Related Posts:

1 Response to "#KKN27"

  1. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete