#KKN28

Senin, 19 Agustus 2019

Selepas agenda besar yang kami lakukan, kami harus kembali pada aktivitas rutin kami. Apalagi kalau bukan mengajar, TK, PAUD, SD, dipagi hari. Menari dan bimbingan belajar disiang hari, dan mengajar dua TPA di sore harinya. 

Kami membagi anggota untuk datang ke setiap sekolah, harus ada jadwal yang mengikat agar semua anggota merasa bertanggung jawab. Aku mendapat jadwal di TK ABA, bimbel, dan TPA Al-Aulad. Untuk TK ABA sendiri, hanya ada dua guru yang merupakan lulusan S1, sisanya lulusan SMA yang belajar dengan sendirinya. 

Suatu ketika aku berbicara mengenai hal ini dengan para guru di TK ABA, yang mengatakan bahwa gaji mereka tak seberapa. Tak lebih dari Rp. 300.000 dan itupun tidak dibayar perbulannya. Beberapa guru mengatakan bahwa tujuan mereka mengajar bukanlah karna uang, tapi karna berharap semua yang mereka lakukan menjadi amal bagi mereka kelak. Tak akan ada yang mau menggantikan posisi mereka, tak ada yang mau tau susahnya mereka mendidik, tapi sebagian besar orang tua menyerahkan tanggung jawabnya, tak menyadari bahwa merekalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. 

Jika bicara masalah pendidikan di Indonesia, kisah peliknya tentu saja perihal gaji guru honorer yang tak sepadan. Kenaikan menuju PNS yang memerlukan waktu berpuluh-puluh tahun, meski begitu tak pernah menyurutkan minat setiap tahunnya pendaftaran fakultas pendidikan yang kian melonjak. Entah karna salah jurusan atau apa, tapi bagiku harusnya itu menjadi kesadaran tersendiri melihat begitu sulitnya menjadi seorang pengajar. 

Ya, garis bawahi kata sulit menjadi pengajar, mendidik anak-anak yang tidak dibekali apapun oleh orang tuanya tapi dituntut untuk jadi yang terbaik. Meski begitu banyak guru yang tidak melihat itu semua sebagai masalah, mereka mengatakannya bahwa mereka ikhlas, seperti guru-guru di TK ABA. 

Padahal untukku sendiri, alasan tak ingin menjadi guru adalah materi. Iya, ku akui itulah alasanku. Bagaimana bisa ku menghidupi orang tuaku dengan uang RP. 300.000 selama satu bulan sedangkan untuk biaya gojek saja habis. Aku ingin mengabdi untuk negara, tapi bagaimana bisa aku mengorbankan kebahagiaan ibuku. Baiklah, katanya bahagia memang tak selalu bicara masalah uang. Tapi kenyataannya tidak demikian. Bagaimana aku bisa membuatnya pergi ke Makkah ketika untuk makan susah. 

Aku tak ingin jadi guru, memang karna itu. Tapi mungkin aku bisa membuat sekolahku sendiri ketika sukses nanti, dan menggaji para guru dengan layak agar mereka juga membuat orang tuanya pergi ke Makkah bersama orang tuaku. 

Related Posts:

1 Response to "#KKN28"

  1. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete