#KKN34

Minggu, 25 Agustus 2019

Apa makna pukul 8 pagi bagi kalian? bagi sebagian orang tentu saja pukul 9 atau 10, hal itu telah terbukti oleh sejarah Indonesia. Meski sebagian orang mematahkan hal tersebut, dengan mencoba menaklukan dirinya sendiri memaknai pukul 8 pagi bukan malam apalagi sore yang tidak ada pukul 8.

Sebab sejarah belum membuktikan bahwa telah banyak orang Indonesia yang memaknai jam 8 pagi berada dipagi hari maka acara hari inipun tidak dimulai tepat dijam tersebut. Bergeser sejam, dan itu sudah hal yang hebat menurutku, setidaknya kami tidak memulainya jam 8 malam. 

Acara hari ini dibuka oleh ketua BPD Desa Wonokarto yang telah lanjut usia namun masih semangat bermanfaat bagi umat. Ia membuka acara kami dengan lafadz bassmallah, sebelumnya ada Fachri yang memberikan laporan tentang kegiatan yang kami selenggarakan. Ia adalah koord kelompok yang merangkap sebagai ketua pelaksana kegiatan gebyar TPA hari ini. 

Aku sudah bicara sejak acara belum dimulai dan akan bicara hingga acara selesai, aku mengomando acara hari ini sebagai MC seorang diri hingga siang hari dilanjutkan oleh Pak Nimin, RT fenomenal yang kerap menjadi MC seperti dikegiatan 17 Agustus kami minggu lalu. 

Pada penutupan acara aku bersama Pak Nimin mengisi acara berdua, mengumumkan juara perlombaan pada hari ini. Kami sudah membagi job masing-masing, setiap perlombaan yang kami mulai serentak adalah mewarnai, adzan, dan tartil. Lomba menyanyi kami sengaja tempatkan pada siang hari untuk memeriahkan acara. Setiap perlombaan kami tentukan penanggung jawab dan jurinya. 

Meski acara sempat terhambat karna beberapa peserta yang mengikuti ternyata tidak memenuhi persyaratan seperti kriteria usia. Hingga ketika hendak mengumumkan juara lomba adzan kami mesti merekap ulang karna pemenangnya melebihi batas usia yang kami tentukan. Hanya butuh waktu 5 menit waktu merevisi, Fachri dan Ferdi di meja juri segera mengembalikan kertas yang benar. 

Tujuan acara kami tidak hanya bicara masalah kompetisi, mengaktualisasikan potensi anak-anak, melatih mereka agar berani memperkenalkan diri di hadapan banyak orang. Di lain sisi kami juga tidak ingin acara ini membuat anak-anak mengejar juara, hingga mereka menghalalkan segala cara. Tidak ingin membenarkan beberapa orang tua yang menutupi usia anaknya sendiri hanya karna sebuah perlombaan kecil di Desa.

Menurut Freud, masa kecil adalah ayah bagi kehidupan seorang anak. Jangan sampai kita mengacaukan kehidupan anak-anak kita kelak yang harusnya baik-baik saja karna masa kecilnya yang kacau.


Related Posts:

0 Response to "#KKN34"

Post a Comment