Wakaf Sebagai Ibadah Kekinian Kaum Milenial (Dompet Dhuafa)


Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat.


Mungkin tema pembahasan tentang wakaf jarang sekali dibahas dalam perbincangan kaum milenial. Stigma masyarakat yang berkembang, bepikir bahwa wakaf hanya diperuntukan untuk kalangan orang dewasa yang sudah sukses, punya uang banyak dan mewakafkan hartanya dalam skala yang besar.

Gaes, padahal menurut Bapak Bobby Manulang selaku GM Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa sendiri, mengatakan bahwa jangan tunggu kaya untuk berwakaf. Sebab milenial bisa berinvestasi pahala melalui wakaf atau sodaqoh jariyah sebagai amalan yang tidak terputus meski sudah meninggal dunia.

Beliau juga menambahkan, kenapa harus wakaf diantara 2 amalan lainnya yang tidak terputus seperti
ilmu bermanfaat dan doa anak sholeh. Mari kita uji 3 amalan ini.

Ilmu yang bermanfaat, untuk orang yang biasa-biasa saja atau ilmu yang tidak digunakan dengan bijak maka otomatis kita tidak punya pasif income dari amalan ini. Sedangkan untuk doa anak yang sholeh, suatu saat anak yang sudah kita didik dengan baik sejak kecil ini akan berkeluarga. Dia akan sibuk mengurus anak istinya mengurus nafkah dan tidak ada jaminan mereka mendoakan kita lagi. Nah, yang terakhir inilah sodaqotun jariyah, harta bisa menjadi teman yang paling setia menemani kita, memberikan manfaat ketika kita hidup dan kita meninggal dunia jika kita menggunakannya dengan bijak.

Itulah kenapa, penting bagi milenial untuk memahami pentingnya wakaf yang selain untuk penunjang kita diakhirat juga sebagai salah satu wujud turut andilnya kita dalam membantu masyarakat dhuafa yang membutuhkan, serta sebagai ajang edukasi sehingga ketika sudah dewasa dan punya penghasilan sendiri bisa memahami indahnya berwakaf sebagai ajang berbagi.

Melalui empat pilar tentang pengembangan objek wakaf dompet dhuafa, kita akan memahami pentingnya berwakaf demi kemaslahatan umat. Ada empat pilar objek pengembangan dompet dhuafa, di antaranya :

  • Pilar Pendidikan
Objek wakaf melalui pendidikan dompet dhuafa terbukti dengan berdirinya  3 sekolah formal yaitu Smart Ekselensia Parung, Smart Ekselensi Cibinong, serta Sekolah As-Syukro yang terdiri dari TK hingga SMA.

Smart Ekselensia Parung merupakan sekolah gratis, sedangkan 2 sekolah lainnya berbayar sebagai wujud profesionalisme dompet dhuafa dalam mengelola sekolah yang terbukti bisa bersaing dengan sekolah lain. Dua sekolah berbayar ini sebagai subsidi bagi Smart Ekselensia yang gratis, di Parung. Meski begitu, untuk 2 sekolah berbayar lainnya disediakan 30 kuotu dhuafa.

Salah satu adik kita yang bisa merajut kembali impiannya sebab dompet dhuafa adalah Jefriadi dan Muhammad Fajar yang merupakan anak dari keluarga yang mesti bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia, sebagai TKI. Demi menggenggam impian, Jefri dan Fajar harus berpisah dengan orang tuanya sebab melanjutkan pendidikannya di Smart Ekselensia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Jefriadi hingga menjadikannya salah satu lulusan terbaik. Selengkapnya :
https://www.youtube.com/watch?v=mXI04Lm0twE

  • Pilar Ekonomi
Dompet dhuafa memiliki pengelolaan komersial, baik melalui petenakan maupun pertanian. Dalam sektor pertanian dikelola melalui pertanian sehat dompet dhuafa, dengan memiliki berbagai Pabrik  seperti Pabrik ekstrak buah nanas, produksi bawang goreng Mak Krenyes yang merupakan produk mitra petani Brebes, selain itu ada juga produk gula semut, kopi kemloko, dan lainnya yang merupakan karya masyarakat mandiri, dimana dompet dhuafa menjadi suport system dalam pengelolaannya.

(Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa Dalam Sektor pertanian) 

3. Pilar kesehatan

Model pengembangan wakaf kesehatan yaitu dengan terbentuknya 7 Rumah Sakit, di antaranya RS. AKA Medika Sribhawono, Lampung Timur, yang diwakafkan pada tahun 2016 namun mulai dikelola pada 2017. Rumah sakit yang didirikan bertujuan untuk membantu pasien yang teridentifikasi dhuafa, dengan klasifikasi tidak adanya kemampuan dari segi ekonomi yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) beserta data lainnya (KTP, KK, foto pasien, dan foto rumah) serta akan dilakukan survey ke lokasi tempat tinggal pasien.

Menurut Bapak Rahmat selaku humas dompet dhuafa RS. AKA Medika mengungkapkan bahwa
sebagian besar pasien dhuafa terkendala dari biaya transportasi, karna biasanya biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS. Namun, jika pasien memang tidak memiliki bantuan kesehatan apapun, akan dibantu seluruh pembiayaannya oleh dompet dhuafa.

Dalam acara Media dan Blogger Gathering saya bersama yang lainnya berkesempatan untuk melakukan Hospital Tour di RS. AKA ini untuk melihat langsung pelayanan RS. AKA yang ternyata seluruh pegawainya diwajibkan untuk melayani pasien dengan tersenyum.

Selama tour hospital. Ibu Wahyu, kepala bagian perawatan mengajak kami mengelilingi berbagai ruangan yang diberikan oleh donatur.


Ruang Sakura, persembahan salah satu donatur bernama Noviar Yuana. 


RS. AKA terdiri dari 3 kelas. Kelas 1 dengan 7 kamar dan  14 bad. Kelas 2, tediri dari 2 kamar, dan 4 bad. Sedangkan kelas 3, tediri dari 8 kamar, dan 33 bad. Terdapat satu ruang isolasi dengan 2 bad, dan ruang HCU untuk intensive care, yang terdiri dari 3 kamar dan 2 bad. Di Rumah sakit ini juga terdapat 10 dokter umum dan 11 dokter spesialis.

Selain itu, kami juga berkesempatan bertemu dengan Bapak Abdul Azis yang merupakan  suami dari pasien penerima dompet dhuafa, yaitu Ibu Tini Nursela yang melakukan pengobatan mulai dari juni 2018-mei 2019 yang menurut Bapak Abdul ditanggung seluruhnya oleh dompet dhuafa secara gratis. Selain itu merekapun diberikan uang tunai senilai Rp. 1.600.000 setiap bulannya.

Meskipun dompet dhuafa merupakan organisasi filantropi islami, tapi bukan berarti hanya membantu orang islam saja. Beberapa kasus yang terjadi seperti kasus Ibu Elizabeth seorang korban banjir bandang di Wasior, seorang nasrani yang diduga telah meninggal dunia namun ternyata masih hidup meski tengkoraknya retak tetap mendapatkan pelayanan yang sama sebab nilai-nilai kemanusiaan.

Bapak Abdul Azis, suami dari Ibu Tini Marsela 
selaku penerima pasien dompet dhuafa.


4. Pilar Sosial Ibadah
Membangun masjid-masjid yang pengelolaannya produktif merupakan pengembangan wakaf dalam pilar sosial ibadah dompet dhuafa. Bapak Bobby Manullang juga menjelaskan bahwa masjid yang produktif bukanlah dengan ibadah yang berbayar di masjid yang didirikan. Melainkan dengan membangun masjid dengan kompleks yang terdiri dari unit-unit bangunan seperti kios-kios di sekitar Masjid.

Itulah 4 pilar yang di dalamnya milenial bisa turut serta. Mungkin kita bertanya-tanya, milenial dengan statusnya yang belum punya penghasilan berapakah jumlah yang bisa ia wakafkan.

Gaes, dompet dhuafa memiliki program sejuta wakif, yaitu mengumpulkan satu juta orang yang gemar berwakaf. Melalui satu juta orang ini, kita hanya perlu mewakafkan harta kita 10k. Iya, 10k saja yang harganya tentu jauh lebih murah dari harga kuota internet kita. Melalui 10k yang kita wakafkan, akan membuat kita turut serta dalam pembangunan Rumah Sakit di berbagai daerah lain untuk membantu pasien dhuafa, membantu adik-adik kita yang bersemangat sekolah tapi terkendala biaya seperti Jefri dan Fajar, serta membantu petani dalam pengolahan hasil pertaniannya.

Melalui 10k tersebut kita dapat menjadi bagian penting dari gerakan pilantropi dompet dhuafa. Seperti yang dikemukakan Pak Bobby diakhir kalimatnya.

"Karna harta itu hina, meski kita memperolehnya dengan susah payah, mencarinya diawali dengan bissmillah tetapi ketika kita makan, ia menjadi kotoran. Harta yang kita tumpuk, setelah kita meninggal dunia berpotensi jadi rebutan. Maka yang paling selamat adalah harta yang disedekahkan atau wakafkan, yang akan menjadi penolong kita. Wakaf itu penting, bukan soal berapa jumlahnya tapi soal kebermanfaataannya."

Mari turut serta menjadi milenial yang berwakaf melalui program sejuta wakif :
https://donasi.dompetdhuafa.org/
Atau bisa melalui :
https://www.bawaberkah.org/




Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

Family Gathering (Taman Matahari Bogor)

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat, h3h3.

Moment paling penting bagi sebuah perusahaan salah satunya adalah family gathering, sebuah ajang untuk saling mengenal dan merekatkan kedekatan psikologis semasa pegawai, atau bahkan antar pegawai dan atasan.

Bapakku, yang merupakan seorang karyawan swasta di PT. Pagoda Indah Raya yang berada di daerah Cikupa, Tangerang. Menjadi bagian dari family gathering ini dengan mengajak anggota keluarganya. Sebenarnya family gathering ini rutin diadakan beberapa tahun belakangan, namun aku sendiri baru memiliki kesempatan kali ini, karna kampusku yang berbeda kota dengan rumah.

Family gathering tahun lalu diadakan di sebuah Villa di Puncak, Bogor. Kegiatannya pun dilakukan beberapa hari dengan menginap di sana. Meski tujuannya sama-sama Bogor, tapi destinasi wisata yang disuguhkan kali ini berbeda, dan tak ada jadwal menginap untuk gathering kali ini karna yang kami tuju adalah sebuah Taman rekreasi edukasi, yaitu Taman Matahari. 

Taman Matahari ini tepatnya berada di Jl. Raya Puncak KM 77 Cisarua, Puncak, Bogor. Kami memulai perjalanan selepas adzan subuh dari rumah orang tuaku yang berada di Cikande, Serang, Banten. Dan sampai sekitar jam 11 siang selepas melihat langsung deretan pabrik yang berganti perkebunan. 

Bus yang membawa kami selama perjalanan 

Sebelum bisa menikmati berbagai permainan di tempat ini, kami mesti berjalan beberapa meter menuju pembelian tiket. Tiket dikoordinir oleh perusahaan, harganya sekitar Rp.50.000 sampai Rp. 60.0000 tergantung hari apa kita berkunjung. Week end tentu akan lebih mahal, karna ramai.

 My Super Dad

Pemandangan pertama kali melewati tiket adalah sebuah taman yang dikelilingi pohon rindang. Ada beberapa tempat duduk yang disediakan, serta tidak sedikit yang menggelar tikar untuk makan bersama. Aku bersama keluargaku juga makan di sini, seraya duduk di kursi-kursi taman. 

Selepas makan, kami langsung mencari berbagai wahana yang tersedia di tiket. Tujuan pertama kali kami adalah mencari mobil berkepala hewan untuk mengenal berbagai sudut Taman ini.

Selepas mendapat mobil kamipun berkeliling, kali pertama kami memasuki kandang Dinosaurus. Tentu bukan Dinosaurus sungguhan, karna sekarang sudah tidak lagi ada, mungkin. Dinosaurus ini juga bisa mengeram layaknya Dinosaurus sungguhan, bahkan bisa menggerakan mulutnya seolah ingin memakan kita.


Adikku, asyik menatap Om Dino.

Selepas berkeliling, kami berhenti pada sebuah tempat yang ingin coba kami kunjungi. Turun, lalu mengucapkan terimakasih dengan memberi uang seikhlasnya pada supir. Itu memang aturannya, memberi seikhlasnya.



Istana Boneka

Wahana ini adalah tempat yang pertama kali kami kunjungi,  dengan berbagai pernak-pernik yang menggantung, dengan grafiity yang menghias berbagai sudut bangunan ini. Istana boneka, entah mungkin yang dimaksud adalah boneka yang bersama ibuku ini.

My Beloved Mom Bersama Sapi

Selain patung sapi yang berfoto bersama ibuku, ada beberapa pintu masuk lainnya. Karna keadaan yang ramai, memang aku agak terkecoh sehingga tidak masuk ke lantai atas yang katanya istananya ada disitu, aku justru masuk ke pintu yang lurus dari arah masuk, didesain seperti istana bawah laut.


Keluarga kecilku

Wahana kedua yang kami datangi adalah perahu naga. Sebuah perahu yang telah dihias oleh kepala naga. Untuk wisata ini kami cukup duduk santai, karna semua perempuan dan tidak ada yang bisa mendayung jadi dibantu oleh pegawai di sana. Tapi jika kita ingin mendayung sendiri tentu saja boleh. Ohiya, semua wahana yang aku datangi ini gratis ya gaes, sudah ditanggung oleh tiket yang kita bayar. Karna memang banyak wahana yang mesti mengeluarkan uang lagi ketika hendak masuk.

Wahana Perahu Naga

Sebelum mencoba wahana ketiga. Kami mesti berkeliling dulu, karna di samping tidak tau lokasinya. Juga ada berbagai spot foto yang menarik, selama berjalan kaki. Jarak dari wahana ke wahana, memang agak jauh gaes.




Kemudian, wahana selanjutnya dan merupakan wahana terakhir yang kami kunjungi karna lelah. Adalah perahu karet. Gaes, sebenarnya banyak sekali berbagai wahana di Taman Matahari ini, tapi karna cuaca yang terik jadi kami lebih banyak duduk santai-santai h3h3.

Wahana Perahu Karet

Family gathering, seperti kataku diawal kalimat pembuka adalah acara untuk menjalin kedeketan. Tapi tidak tau kenapa pada akhirnya justru kami berpencar hanya bersama keluarga masing-masing. Family gathering kali ini mungkin adalah ajang jalan-jalan yang dibayar perusahaan.




Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

Kreasi Memasak Bakso Sehat (Bakso Bonanza)



Hujan-hujan kaya gini enaknya makan bakso nih..

Duh panas banget bikin kepala puisng, yuk ah makan bakso yang pedes biar pusingnya ilang. 

Lapernih tapi males makan nasi, bakso aja gimana?

Bakso yang menurut sejarah kuliner nusantara telah masuk ke-Indonesia abad ke-17 ini memang cocok dalam segala situasi. Tak pernah tertelan oleh pergantian musim kemarau atau musim hujan. Sebab selain enak, harganya juga terjangkau. 

Tapi rasanya makin kesini, peminat bakso menjadi semakin menurun karna beredarnya bakso borax yang tentu tidak baik untuk kesehatan. 

Harga murah tapi banyak dan enak pasti baksonya tidak dibuat dengan benar. 

Setidaknya itulah anggapanku, atau barangkali anggapan kalian juga selama ini mengenai bakso atau makanan lainnya. Tapi nyatanya kalimat itu tidak selalu benar, terlebih setelah aku mengenal bakso bonanza. Bakso ini seolah-olah hadir menjawab keresahanku. 

Bakso yang terdiri dari 84% daging ini selain harganya terjangkau, juga tentu saja dibuat dari bahan berkualitas. Daging yang bakso bonanza gunakan berasal dari daging sapi milik peternakan sendiri yang lokasinya berada di Lampung Tengah. Selain itu bakso ini juga tanpa pengawet, jadi tak heran jika tidak bisa bertahan lama, hanya sekitar 6 bulan saja ya gaes karna memang dibuat dengan bahan-bahan yang sehat. Selain itu, tepung yang digunakan juga tidak hanya tepung terigu tapi juga tepung tapioka dan tepung jagung, mangkanya rasa baksonya maknyuss. Wah jadi tidak aneh jika label halal dari MUI telah melekat dikemasan Bakso Bonanza ini yaa. :)


Bakso Bonanza berlabel halal MUI


Gaes, selanjutnya karna proses pembuatannya yang sehat, bakso bonanza ini bisa dikonsumsi oleh semua kalangan ya gaes, baik tua maupun muda. Baik orang dewasa maupun balita.

Dede lucu ini lahap sekali makan bakso bonanzanya yaa. :)


Ohiya gaes, bakso bonanza ini juga bisa dikreasikan dengan berbagai makanan yaaa. Setidaknya ada 3 menu yang bisa kita buat dengan mudah saat di rumah. Beruntungnya, aku serta teman-teman tapis blogger berkesempatan mengikuti demo memasak bakso bonanza bersama Chef Gaby Darmaji, seorang Chef cantik bermata sipit. Sehingga aku bisa berbagi dengan kalian bagaimana cara memasak kreasi bakso bonanza ini. :)


Demo Memasak Bakso Bonanza



Berikut 3 menu Bakso Bonanza :

1. Bakso Goreng Crispy


Bahan :
Tepung, telur, bubuk paprika, gula dan garam.

Cara Membuat :




Pertama sediakan dua mangkuk, mangkuk pertama diisi dengan telur dan mangkuk kedua diisi dengan tepung. Maskuan bakso bonanza pertama kali pada telur, lalu baru masukan ke mangkuk yang berisi tepung. Telur digunakan sebagai perekat tepung pada bakso. Setelah itu, masukan bakso pada wadah di atas kompor yang berisi minyak panas yang telah panas. Tunggu hingga bakso berwarna kecoklatan, jika sudah tiriskan bakso dalam piring. Bakso goreng crispy siap disajikan. :)


2. Bakso Kuah


Bahan :
Kemiri, bawang bombay, daun bawang, bawang putih, bawang merah, merica, garam, dan daging.

Cara Membuat :






Pertama, siapkan seluruh bahan yang diperlukan. Lalu iris (bawang bombay, daun bawang, bawang putih, dan bawang merah), lalu masukan minyak sebanyak 2 sendok ke wadah yang telah disediakan. Setelah itu tunggu hingga minyak panas dan maasukan bawang bombay yang telah diiris. Tak lama masukan daging dan kemiri lalu diaduk.
Setelah merata, masukan satu liter air, bawang putih dan garam. Tunggu hingga air mendidih, baru masukan bakso ke dalam kuah. Bakso kuah bonanza pun siap dihidangkan. :)

Ohiya gaes, menurut Chef Gaby, alasan garam dimasukan terakhir bertujuan agar masakan tidak asin ya.


3. Bakso Bakar Keju


Bahan :
Keju, dan saus (sesuai selera).

Cara Membuat :
Pertama, tusuk bakso bonanza seperti membuat sate. Lalu siapkan saus, dalam demo memasak kemarin Chef Gaby menggunakan Saus Golgogi. Setelah itu, olehkan saus tersebut. Jika dirasa sudah coklat merata, tambahkan keju Mozarela agar bakso bakar lebih gurih lagi.




Itulah berbagai resep kreasi bakso bonanza. Gimana gaes, mudah bukan? Selain bahan yang tidak terlalu banyak, cara pengerjaan yang sederhana bukan. Jadi tunggu apalagi. Yuk masak bakso kreasimu dengan bakso bonanza. :)

Ohiyaa, jangan sampai ketinggalan promo menarik, dari bakso bonanza yaa. 








Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

Konselor Sebaya di Panti Asuhan Raudatul Aitam II

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat. h3h3

Pelatihan Konseling Sebaya Panti Raudatul Aitam 2

Pernahkah terbayangkan olehmu bagaimana rasanya tinggal di panti asuhan? Hidup seatap dengan keluarga tak sedarah. Hanya ada satu orang tua, beserta kakak-kakak pengasuh lainnya.

Aku sendiri tidak pernah bisa membayangkannya. Sebab figur ayah dan ibu yang bagiku sangat berperan dalam perkembanganku. Barangkali sesekali merekapun ingin punya foto keluarga, pergi makan bersama dijam makan malam, atau menonton TV tayangan lucu lalu tertawa bersama. Mungkin mereka ingin merasakan hal-hal sederhana yang kerap kita lakukan di rumah, hal yang kadang kita rasa rutinitas itu tidak ada istimewanya. 

Sebagai seorang anak aku kerap bercerita banyak hal, mengeluhkan segala problematika anak usia dewasa awal. Ada hal-hal yang tidak dimengerti oleh orang lain, dan hanya orang tua kita yang bisa memahaminya. Tapi bagaimana dengan nasib adik-adik kita di panti, pada siapa mereka berkeluh kesah? Meski benar ada Allah, tempat yang paling tepat. Tapi kebanyakan orang tetap butuh wasilah untuk bercerita. 

Selepas melakukan observasi di Panti Raudatul Aitam 2, aku mendapatkan hasil bahwa kebanyakan anak tidak mampu menceritakan problematikanya pada siapapun. Termasuk orang tua dan kakak-kakak asuhnya di Panti Asuhan. Itulah yang mendorongku dan teman-teman pendidikan konseling lainnya untuk mencari solusi. Langkah terbaik yang kami dapatkan adalah membuat Pelatihan Konselor Sebaya. 

Mungkin teman-teman banyak orang yang tidak memahami apa yang dimaksud konselor sebaya ini.

Jadi, konselor sebaya adalah anak yang telah mendapatkan pelatihan mengenai keterampilan dasar konseling, seperti keterampilan mendengarkan, memahami keadaan psikologis seseorang saat berbohong, dan bahkan belajar diam. Ya, banyak yang tidak memahami bahwa untuk diampun perlu latihan. Kadang, orang dewasa saja kerap kecewa karna lawan bicaranya tidak bisa memahami perasaannya dengan baik saat bercerita, itulah kenapa kami membuat pelatihan ini agar konselor yang terpilih tidak melakukan hal tersebut. 

Konselor sebaya yang terpilih, bergerak dalam pengawasan konselor profesional karna mereka bukan ahli konsultasi. Sehingga mereka tetap bisa membantu teman-temannya mengatasi permasalahan mereka dalam koridor yang benar.

Alasan konselor sebaya ini hadir. Hal ini disebabkan remaja cenderung hanya ingin bercerita pada teman seusianya. Sehingga melalui konselor sebaya ini diharapkan anak-anak panti bisa tetap sehat secara psikologis karna ada orang yang bisa menjadi tempat ia berkeluh kesah dan mampu menanggapi dengan baik.


Persiapan Acara Pelatihan Konseling Sebaya

Siang hari kami sudah tiba di Panti Raudatul Aitam 2 ini untuk mendekor, beberapa pernak-pernik sederhana seperti banner, balon, dan bunga kertas, serta memasang sound system.

Team Sosialisasi

Sebelum acara dimulai, team sosialisasi kami memperjelas acara yang akan diikuti oleh adik-adik panti sehingga mereka memiliki gambaran.

Tepat selepas ishoma kamipun memulai acara. Aku dan Ilham yang saat itu bertugas sebagai MC membukanya dengan lafadz bassmallah serta kalimat penghantar lainnya. Qori Hayatun Nufus, rekanku yang merupakan Runner Up Putri Hijab Sumatra 2018 pun turut andil dalam acara ini dengan melantunkan Ayat Suci Al-Qur'an dengan merdu.

Qori Hayatun Nufus, membacakan lantunan Ayat Suci Al-Qur'an.

selepas pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Lailatul Munawaroh sebagai dirigen.

Seperti acara-acara formal lainnya, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana dan langsung penyampaian materi oleh Ibu Citra Abriani Maharani, M.Pd, Kons.

Weny Hanifah, ketua pelaksana pelatihan konseling sebaya.

Acara inti yang merupakan penyampaian materipun disambut cukup antusias oleh adik-adik Panti Raudatul Aitam 2, apalagi pelatihan dibuka dengan pelatihan Tes MBTI untuk mengetahui minat, bakat, serta kepribadian adik-adik Panti. Sebenarnya Tes ini juga menjadi acuan kami ketika memilih konselor sebaya.

Disela acara ketika anak-anak mengisi tes, Bu Citra mengatakan padaku bahwa fokus beliau adalah pemberian problem solving terlebih dulu. Karna bagaimana anak-anak akan siap menjadi konselor sebaya sedangkan mereka sendiri belum bisa mengatasi permasalahannya. Satu-persatu ketika acara berlangsungpun anak-anakpun berterus terang mengenai problematika yang mereka hadapi, mulai dari tidak betah, bosan, hingga tekanan psikologis lainnya. 

Ibu Citra Abriani Maharani, M.Pd, Kons.

Saat kegiatan pelatihan berlangsung, Bu Citrapun banyak terlibat komunikasi dengan Adik-adik Panti sehingga mereka tidak jenuh. Selepas tes MBTI ada tes bergambar lain, dan beberapa anak maju ke depan untuk menjawab pertanyaan. Serta yang paling penting adalah praktek secara langsung, bagaimana keterampilan dasar konseling yang diperlukan. Mulai dari posisi duduk ketika mendengarkan lawan bicara, hingga gerak tubuh dan mimik wajah.

Praktek keterampilan dasar konseling.

Selepas penyampaian materi yang menyenangkan dan menambah pengetahuan, akhirnya kamipun tiba pada sesi pemilihan Konselor Sebaya Panti Raudatul Aitam 2. Ada 5 anak yang kami pilih, selain karna tes MBTI yang sudah ku jelaskan tadi, juga berdasarkan keaktifan, dan perilaku selama pelatihan. 

Konselor Sebaya Terpilih.

Selepas pemilihan, tak lupa ada ikrar konselor yang diucapkan. Berisi tentang ketaatan mereka akan asas-asas konseling, seperti misalnya akan menjaga rahasia semua cerita dari adik-adik panti yang lain. Tidak berhenti pada pemilihan, ada beberapa hadiah yang kami bagikan untuk adik-adik yang berani maju dan bercerita mengenai kesan mereka hidup di Panti. Pada acara terakhir, diisi dengan games, yang semua pesertanya mendapatkan hadiah.

Games diisi oleh Qori dan Weny

Pembagian hadiah berupa alat tulis dan buku.


Sebelum games, acara telah ditutup dengan pemberian plakat kepada Pemateri dan Panti Raudatul Aitam 2. Selain itu pada acara formal, diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Zakri Affanly Harahap.

Pembacaan Doa

 Pemberian Plakat Kepada Ibu Citra Abriani Maharani, M.Pd, Kons. 


Pemberian Plakat Kepada Panti Raudatul Aitam 2



Acara kamipun ditutup dengan makan-makan bersama adik-adik panti. Senang sekali rasanya bertemu mereka bukan sekedar berbagi makanan yang tentu bisa habis. Tapi kali ini kami berkesempatan berbagi pengetahuan, yang semoga bisa bermanfaat. Aku konselor sebaya bisa menjadi rumah untuk berkeluh kesah. :")






Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

Makna Batik Bagi Calon Pendidik






Selamat, siang atau malam. Selamat Hari Batik Nasional :)


Mengenakan batik bagi mahasiswa pendidikan mungkin adalah hal yang biasa. Tapi rasanya tidak untuk mahasiswa program studi yang lain. Namun hari ini UIN Raden Intan tampak ramai dengan mahasiswa yang mengenakan baju khas kepunyaan Indonesia ini, beberapa postingan yang muncul di story sosial media menunjukkan turut berpartisipasinya mereka dalam perayaan hari batik nasional.

Hari ini, selain perayaan hari batik, kampus kami juga mengadakan pembekalan untuk mahasiswa pendidikan yang akan melakukan praktek mengajar. Disela acara, Bu Mega selaku salah satu dosen bimbingan dan konseling memanggil Kardi, seorang mahasiswa semester VII yang mengenakan batik berwarna abu-abu dengan setelan yang rapi. 


"Ini dia baru calon guru. Ikut serta mengenakan batik pada perayaan hari batik nasional." Begitu kira-kira kalimat beliau yang disambut dengan riuh tepuk tangan. 


 Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling beserta Dosen lainnya ikut serta memperingati hari batik dengan mengenakan baju batik.


Batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia pada 2 oktober 2009.
 Artinya, tahun ini adalah tahun ke-10 perayaan hari batik. Seperti kalimat awalku, bahwa bagi mahasiswa pendidikan mengenakan batik seolah-olah cerminan dari fakultas pendidikan sendiri. Rasanya tak rapi jika tak pakai batik. 

Ummi Hani, mahasiswi fakultas pendidikan yang sehari-harinya kerap mengenakan batik ala guru dengan setelan yang selaras mengemukakan pendapatnya tentang batik. 


Bagi saya, mengenakan batik itu menggambarkan ciri khas Indonesia. Pakaian batik itu seperti pakaian ala-ala guru. Kadang batik diidentikan sebagai pakaian formal mahasiswa keguruan. (Ummi Hani Faturrohmah)

Meski seiring dengan perkembangan zaman, batik tidak hanya menampakkan pakaian-pakaian khas tenaga pendidik tersebut. Dilain sisi, kita bisa tetap modis dengan berbatik. Stigma masyarakat kian berubah tentang penggunaan batik yang kolot, karna batik hadir dengan berbagai gaya.


Batik bagi saya menggambarkan pakaian orang-orang intelektual yang elegan.
(Martina Firdayanti)

"Selamat hari batik dan batik day" yang menjadi tranding ditwitter yang sebagian besar populasinya adalah anak muda, semakin memperkuat asumsi masyarakat tentang batik. Bahwa batik tidak lagi tentang pakaian formal tanpa gaya. Bagi mahasiswa pendidikan sendiri, mengenakan batik adalah wujud dari latihan diri. Belajar sebagai figur yang akan menjadi contoh bagi peserta didik nantinya. Seperti yang disampaikan oleh Ilham.




Bagi saya batik itu identitas negara yang mesti dilestarikan, selain itu melalui batik kita dapat membentuk pendidikan karakter peserta didik, tidak hanya dari segi berpakaian rapi tapi juga kemampuan dalam seni membatik.
(M. Nur Ilham Syah Putra)

Mungkin kita sendiri punya persepsi tersendiri ketika mengenakan batik. Ada kebanggaan tersendiri yang berbeda dengan pandangan orang lain. Aku sendiri memang kali pertama menyukai batik karna terkesan rapi, serta seperti kebanyakan mahasiswa pendidikan pikirkan bahwa batik sangat khas sekali dengan seorang tenaga pendidik. Meski sebenarnya, batik adalah cerminan negara kita. Tak peduli kamu berprofesi sebagai apa. :)

Calon pendidik pasti berbatik.
Bangga berbatik, bangga jadi warga Indonesia.




Untukmu yang sedang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah seorang pembaca. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat. 


Related Posts: