Konselor Sebaya di Panti Asuhan Raudatul Aitam II

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat. h3h3

Pelatihan Konseling Sebaya Panti Raudatul Aitam 2

Pernahkah terbayangkan olehmu bagaimana rasanya tinggal di panti asuhan? Hidup seatap dengan keluarga tak sedarah. Hanya ada satu orang tua, beserta kakak-kakak pengasuh lainnya.

Aku sendiri tidak pernah bisa membayangkannya. Sebab figur ayah dan ibu yang bagiku sangat berperan dalam perkembanganku. Barangkali sesekali merekapun ingin punya foto keluarga, pergi makan bersama dijam makan malam, atau menonton TV tayangan lucu lalu tertawa bersama. Mungkin mereka ingin merasakan hal-hal sederhana yang kerap kita lakukan di rumah, hal yang kadang kita rasa rutinitas itu tidak ada istimewanya. 

Sebagai seorang anak aku kerap bercerita banyak hal, mengeluhkan segala problematika anak usia dewasa awal. Ada hal-hal yang tidak dimengerti oleh orang lain, dan hanya orang tua kita yang bisa memahaminya. Tapi bagaimana dengan nasib adik-adik kita di panti, pada siapa mereka berkeluh kesah? Meski benar ada Allah, tempat yang paling tepat. Tapi kebanyakan orang tetap butuh wasilah untuk bercerita. 

Selepas melakukan observasi di Panti Raudatul Aitam 2, aku mendapatkan hasil bahwa kebanyakan anak tidak mampu menceritakan problematikanya pada siapapun. Termasuk orang tua dan kakak-kakak asuhnya di Panti Asuhan. Itulah yang mendorongku dan teman-teman pendidikan konseling lainnya untuk mencari solusi. Langkah terbaik yang kami dapatkan adalah membuat Pelatihan Konselor Sebaya. 

Mungkin teman-teman banyak orang yang tidak memahami apa yang dimaksud konselor sebaya ini.

Jadi, konselor sebaya adalah anak yang telah mendapatkan pelatihan mengenai keterampilan dasar konseling, seperti keterampilan mendengarkan, memahami keadaan psikologis seseorang saat berbohong, dan bahkan belajar diam. Ya, banyak yang tidak memahami bahwa untuk diampun perlu latihan. Kadang, orang dewasa saja kerap kecewa karna lawan bicaranya tidak bisa memahami perasaannya dengan baik saat bercerita, itulah kenapa kami membuat pelatihan ini agar konselor yang terpilih tidak melakukan hal tersebut. 

Konselor sebaya yang terpilih, bergerak dalam pengawasan konselor profesional karna mereka bukan ahli konsultasi. Sehingga mereka tetap bisa membantu teman-temannya mengatasi permasalahan mereka dalam koridor yang benar.

Alasan konselor sebaya ini hadir. Hal ini disebabkan remaja cenderung hanya ingin bercerita pada teman seusianya. Sehingga melalui konselor sebaya ini diharapkan anak-anak panti bisa tetap sehat secara psikologis karna ada orang yang bisa menjadi tempat ia berkeluh kesah dan mampu menanggapi dengan baik.


Persiapan Acara Pelatihan Konseling Sebaya

Siang hari kami sudah tiba di Panti Raudatul Aitam 2 ini untuk mendekor, beberapa pernak-pernik sederhana seperti banner, balon, dan bunga kertas, serta memasang sound system.

Team Sosialisasi

Sebelum acara dimulai, team sosialisasi kami memperjelas acara yang akan diikuti oleh adik-adik panti sehingga mereka memiliki gambaran.

Tepat selepas ishoma kamipun memulai acara. Aku dan Ilham yang saat itu bertugas sebagai MC membukanya dengan lafadz bassmallah serta kalimat penghantar lainnya. Qori Hayatun Nufus, rekanku yang merupakan Runner Up Putri Hijab Sumatra 2018 pun turut andil dalam acara ini dengan melantunkan Ayat Suci Al-Qur'an dengan merdu.

Qori Hayatun Nufus, membacakan lantunan Ayat Suci Al-Qur'an.

selepas pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Lailatul Munawaroh sebagai dirigen.

Seperti acara-acara formal lainnya, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana dan langsung penyampaian materi oleh Ibu Citra Abriani Maharani, M.Pd, Kons.

Weny Hanifah, ketua pelaksana pelatihan konseling sebaya.

Acara inti yang merupakan penyampaian materipun disambut cukup antusias oleh adik-adik Panti Raudatul Aitam 2, apalagi pelatihan dibuka dengan pelatihan Tes MBTI untuk mengetahui minat, bakat, serta kepribadian adik-adik Panti. Sebenarnya Tes ini juga menjadi acuan kami ketika memilih konselor sebaya.

Disela acara ketika anak-anak mengisi tes, Bu Citra mengatakan padaku bahwa fokus beliau adalah pemberian problem solving terlebih dulu. Karna bagaimana anak-anak akan siap menjadi konselor sebaya sedangkan mereka sendiri belum bisa mengatasi permasalahannya. Satu-persatu ketika acara berlangsungpun anak-anakpun berterus terang mengenai problematika yang mereka hadapi, mulai dari tidak betah, bosan, hingga tekanan psikologis lainnya. 

Ibu Citra Abriani Maharani, M.Pd, Kons.

Saat kegiatan pelatihan berlangsung, Bu Citrapun banyak terlibat komunikasi dengan Adik-adik Panti sehingga mereka tidak jenuh. Selepas tes MBTI ada tes bergambar lain, dan beberapa anak maju ke depan untuk menjawab pertanyaan. Serta yang paling penting adalah praktek secara langsung, bagaimana keterampilan dasar konseling yang diperlukan. Mulai dari posisi duduk ketika mendengarkan lawan bicara, hingga gerak tubuh dan mimik wajah.

Praktek keterampilan dasar konseling.

Selepas penyampaian materi yang menyenangkan dan menambah pengetahuan, akhirnya kamipun tiba pada sesi pemilihan Konselor Sebaya Panti Raudatul Aitam 2. Ada 5 anak yang kami pilih, selain karna tes MBTI yang sudah ku jelaskan tadi, juga berdasarkan keaktifan, dan perilaku selama pelatihan. 

Konselor Sebaya Terpilih.

Selepas pemilihan, tak lupa ada ikrar konselor yang diucapkan. Berisi tentang ketaatan mereka akan asas-asas konseling, seperti misalnya akan menjaga rahasia semua cerita dari adik-adik panti yang lain. Tidak berhenti pada pemilihan, ada beberapa hadiah yang kami bagikan untuk adik-adik yang berani maju dan bercerita mengenai kesan mereka hidup di Panti. Pada acara terakhir, diisi dengan games, yang semua pesertanya mendapatkan hadiah.

Games diisi oleh Qori dan Weny

Pembagian hadiah berupa alat tulis dan buku.


Sebelum games, acara telah ditutup dengan pemberian plakat kepada Pemateri dan Panti Raudatul Aitam 2. Selain itu pada acara formal, diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Zakri Affanly Harahap.

Pembacaan Doa

 Pemberian Plakat Kepada Ibu Citra Abriani Maharani, M.Pd, Kons. 


Pemberian Plakat Kepada Panti Raudatul Aitam 2



Acara kamipun ditutup dengan makan-makan bersama adik-adik panti. Senang sekali rasanya bertemu mereka bukan sekedar berbagi makanan yang tentu bisa habis. Tapi kali ini kami berkesempatan berbagi pengetahuan, yang semoga bisa bermanfaat. Aku konselor sebaya bisa menjadi rumah untuk berkeluh kesah. :")






Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

0 Response to "Konselor Sebaya di Panti Asuhan Raudatul Aitam II"

Post a Comment