Makna Batik Bagi Calon Pendidik






Selamat, siang atau malam. Selamat Hari Batik Nasional :)


Mengenakan batik bagi mahasiswa pendidikan mungkin adalah hal yang biasa. Tapi rasanya tidak untuk mahasiswa program studi yang lain. Namun hari ini UIN Raden Intan tampak ramai dengan mahasiswa yang mengenakan baju khas kepunyaan Indonesia ini, beberapa postingan yang muncul di story sosial media menunjukkan turut berpartisipasinya mereka dalam perayaan hari batik nasional.

Hari ini, selain perayaan hari batik, kampus kami juga mengadakan pembekalan untuk mahasiswa pendidikan yang akan melakukan praktek mengajar. Disela acara, Bu Mega selaku salah satu dosen bimbingan dan konseling memanggil Kardi, seorang mahasiswa semester VII yang mengenakan batik berwarna abu-abu dengan setelan yang rapi. 


"Ini dia baru calon guru. Ikut serta mengenakan batik pada perayaan hari batik nasional." Begitu kira-kira kalimat beliau yang disambut dengan riuh tepuk tangan. 


 Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling beserta Dosen lainnya ikut serta memperingati hari batik dengan mengenakan baju batik.


Batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia pada 2 oktober 2009.
 Artinya, tahun ini adalah tahun ke-10 perayaan hari batik. Seperti kalimat awalku, bahwa bagi mahasiswa pendidikan mengenakan batik seolah-olah cerminan dari fakultas pendidikan sendiri. Rasanya tak rapi jika tak pakai batik. 

Ummi Hani, mahasiswi fakultas pendidikan yang sehari-harinya kerap mengenakan batik ala guru dengan setelan yang selaras mengemukakan pendapatnya tentang batik. 


Bagi saya, mengenakan batik itu menggambarkan ciri khas Indonesia. Pakaian batik itu seperti pakaian ala-ala guru. Kadang batik diidentikan sebagai pakaian formal mahasiswa keguruan. (Ummi Hani Faturrohmah)

Meski seiring dengan perkembangan zaman, batik tidak hanya menampakkan pakaian-pakaian khas tenaga pendidik tersebut. Dilain sisi, kita bisa tetap modis dengan berbatik. Stigma masyarakat kian berubah tentang penggunaan batik yang kolot, karna batik hadir dengan berbagai gaya.


Batik bagi saya menggambarkan pakaian orang-orang intelektual yang elegan.
(Martina Firdayanti)

"Selamat hari batik dan batik day" yang menjadi tranding ditwitter yang sebagian besar populasinya adalah anak muda, semakin memperkuat asumsi masyarakat tentang batik. Bahwa batik tidak lagi tentang pakaian formal tanpa gaya. Bagi mahasiswa pendidikan sendiri, mengenakan batik adalah wujud dari latihan diri. Belajar sebagai figur yang akan menjadi contoh bagi peserta didik nantinya. Seperti yang disampaikan oleh Ilham.




Bagi saya batik itu identitas negara yang mesti dilestarikan, selain itu melalui batik kita dapat membentuk pendidikan karakter peserta didik, tidak hanya dari segi berpakaian rapi tapi juga kemampuan dalam seni membatik.
(M. Nur Ilham Syah Putra)

Mungkin kita sendiri punya persepsi tersendiri ketika mengenakan batik. Ada kebanggaan tersendiri yang berbeda dengan pandangan orang lain. Aku sendiri memang kali pertama menyukai batik karna terkesan rapi, serta seperti kebanyakan mahasiswa pendidikan pikirkan bahwa batik sangat khas sekali dengan seorang tenaga pendidik. Meski sebenarnya, batik adalah cerminan negara kita. Tak peduli kamu berprofesi sebagai apa. :)

Calon pendidik pasti berbatik.
Bangga berbatik, bangga jadi warga Indonesia.




Untukmu yang sedang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah seorang pembaca. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat. 


Related Posts:

2 Responses to "Makna Batik Bagi Calon Pendidik"

  1. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete