Wakaf Sebagai Ibadah Kekinian Kaum Milenial (Dompet Dhuafa)


Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat.


Mungkin tema pembahasan tentang wakaf jarang sekali dibahas dalam perbincangan kaum milenial. Stigma masyarakat yang berkembang, bepikir bahwa wakaf hanya diperuntukan untuk kalangan orang dewasa yang sudah sukses, punya uang banyak dan mewakafkan hartanya dalam skala yang besar.

Gaes, padahal menurut Bapak Bobby Manulang selaku GM Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa sendiri, mengatakan bahwa jangan tunggu kaya untuk berwakaf. Sebab milenial bisa berinvestasi pahala melalui wakaf atau sodaqoh jariyah sebagai amalan yang tidak terputus meski sudah meninggal dunia.

Beliau juga menambahkan, kenapa harus wakaf diantara 2 amalan lainnya yang tidak terputus seperti
ilmu bermanfaat dan doa anak sholeh. Mari kita uji 3 amalan ini.

Ilmu yang bermanfaat, untuk orang yang biasa-biasa saja atau ilmu yang tidak digunakan dengan bijak maka otomatis kita tidak punya pasif income dari amalan ini. Sedangkan untuk doa anak yang sholeh, suatu saat anak yang sudah kita didik dengan baik sejak kecil ini akan berkeluarga. Dia akan sibuk mengurus anak istinya mengurus nafkah dan tidak ada jaminan mereka mendoakan kita lagi. Nah, yang terakhir inilah sodaqotun jariyah, harta bisa menjadi teman yang paling setia menemani kita, memberikan manfaat ketika kita hidup dan kita meninggal dunia jika kita menggunakannya dengan bijak.

Itulah kenapa, penting bagi milenial untuk memahami pentingnya wakaf yang selain untuk penunjang kita diakhirat juga sebagai salah satu wujud turut andilnya kita dalam membantu masyarakat dhuafa yang membutuhkan, serta sebagai ajang edukasi sehingga ketika sudah dewasa dan punya penghasilan sendiri bisa memahami indahnya berwakaf sebagai ajang berbagi.

Melalui empat pilar tentang pengembangan objek wakaf dompet dhuafa, kita akan memahami pentingnya berwakaf demi kemaslahatan umat. Ada empat pilar objek pengembangan dompet dhuafa, di antaranya :

  • Pilar Pendidikan
Objek wakaf melalui pendidikan dompet dhuafa terbukti dengan berdirinya  3 sekolah formal yaitu Smart Ekselensia Parung, Smart Ekselensi Cibinong, serta Sekolah As-Syukro yang terdiri dari TK hingga SMA.

Smart Ekselensia Parung merupakan sekolah gratis, sedangkan 2 sekolah lainnya berbayar sebagai wujud profesionalisme dompet dhuafa dalam mengelola sekolah yang terbukti bisa bersaing dengan sekolah lain. Dua sekolah berbayar ini sebagai subsidi bagi Smart Ekselensia yang gratis, di Parung. Meski begitu, untuk 2 sekolah berbayar lainnya disediakan 30 kuotu dhuafa.

Salah satu adik kita yang bisa merajut kembali impiannya sebab dompet dhuafa adalah Jefriadi dan Muhammad Fajar yang merupakan anak dari keluarga yang mesti bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia, sebagai TKI. Demi menggenggam impian, Jefri dan Fajar harus berpisah dengan orang tuanya sebab melanjutkan pendidikannya di Smart Ekselensia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Jefriadi hingga menjadikannya salah satu lulusan terbaik. Selengkapnya :
https://www.youtube.com/watch?v=mXI04Lm0twE

  • Pilar Ekonomi
Dompet dhuafa memiliki pengelolaan komersial, baik melalui petenakan maupun pertanian. Dalam sektor pertanian dikelola melalui pertanian sehat dompet dhuafa, dengan memiliki berbagai Pabrik  seperti Pabrik ekstrak buah nanas, produksi bawang goreng Mak Krenyes yang merupakan produk mitra petani Brebes, selain itu ada juga produk gula semut, kopi kemloko, dan lainnya yang merupakan karya masyarakat mandiri, dimana dompet dhuafa menjadi suport system dalam pengelolaannya.

(Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa Dalam Sektor pertanian) 

3. Pilar kesehatan

Model pengembangan wakaf kesehatan yaitu dengan terbentuknya 7 Rumah Sakit, di antaranya RS. AKA Medika Sribhawono, Lampung Timur, yang diwakafkan pada tahun 2016 namun mulai dikelola pada 2017. Rumah sakit yang didirikan bertujuan untuk membantu pasien yang teridentifikasi dhuafa, dengan klasifikasi tidak adanya kemampuan dari segi ekonomi yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) beserta data lainnya (KTP, KK, foto pasien, dan foto rumah) serta akan dilakukan survey ke lokasi tempat tinggal pasien.

Menurut Bapak Rahmat selaku humas dompet dhuafa RS. AKA Medika mengungkapkan bahwa
sebagian besar pasien dhuafa terkendala dari biaya transportasi, karna biasanya biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS. Namun, jika pasien memang tidak memiliki bantuan kesehatan apapun, akan dibantu seluruh pembiayaannya oleh dompet dhuafa.

Dalam acara Media dan Blogger Gathering saya bersama yang lainnya berkesempatan untuk melakukan Hospital Tour di RS. AKA ini untuk melihat langsung pelayanan RS. AKA yang ternyata seluruh pegawainya diwajibkan untuk melayani pasien dengan tersenyum.

Selama tour hospital. Ibu Wahyu, kepala bagian perawatan mengajak kami mengelilingi berbagai ruangan yang diberikan oleh donatur.


Ruang Sakura, persembahan salah satu donatur bernama Noviar Yuana. 


RS. AKA terdiri dari 3 kelas. Kelas 1 dengan 7 kamar dan  14 bad. Kelas 2, tediri dari 2 kamar, dan 4 bad. Sedangkan kelas 3, tediri dari 8 kamar, dan 33 bad. Terdapat satu ruang isolasi dengan 2 bad, dan ruang HCU untuk intensive care, yang terdiri dari 3 kamar dan 2 bad. Di Rumah sakit ini juga terdapat 10 dokter umum dan 11 dokter spesialis.

Selain itu, kami juga berkesempatan bertemu dengan Bapak Abdul Azis yang merupakan  suami dari pasien penerima dompet dhuafa, yaitu Ibu Tini Nursela yang melakukan pengobatan mulai dari juni 2018-mei 2019 yang menurut Bapak Abdul ditanggung seluruhnya oleh dompet dhuafa secara gratis. Selain itu merekapun diberikan uang tunai senilai Rp. 1.600.000 setiap bulannya.

Meskipun dompet dhuafa merupakan organisasi filantropi islami, tapi bukan berarti hanya membantu orang islam saja. Beberapa kasus yang terjadi seperti kasus Ibu Elizabeth seorang korban banjir bandang di Wasior, seorang nasrani yang diduga telah meninggal dunia namun ternyata masih hidup meski tengkoraknya retak tetap mendapatkan pelayanan yang sama sebab nilai-nilai kemanusiaan.

Bapak Abdul Azis, suami dari Ibu Tini Marsela 
selaku penerima pasien dompet dhuafa.


4. Pilar Sosial Ibadah
Membangun masjid-masjid yang pengelolaannya produktif merupakan pengembangan wakaf dalam pilar sosial ibadah dompet dhuafa. Bapak Bobby Manullang juga menjelaskan bahwa masjid yang produktif bukanlah dengan ibadah yang berbayar di masjid yang didirikan. Melainkan dengan membangun masjid dengan kompleks yang terdiri dari unit-unit bangunan seperti kios-kios di sekitar Masjid.

Itulah 4 pilar yang di dalamnya milenial bisa turut serta. Mungkin kita bertanya-tanya, milenial dengan statusnya yang belum punya penghasilan berapakah jumlah yang bisa ia wakafkan.

Gaes, dompet dhuafa memiliki program sejuta wakif, yaitu mengumpulkan satu juta orang yang gemar berwakaf. Melalui satu juta orang ini, kita hanya perlu mewakafkan harta kita 10k. Iya, 10k saja yang harganya tentu jauh lebih murah dari harga kuota internet kita. Melalui 10k yang kita wakafkan, akan membuat kita turut serta dalam pembangunan Rumah Sakit di berbagai daerah lain untuk membantu pasien dhuafa, membantu adik-adik kita yang bersemangat sekolah tapi terkendala biaya seperti Jefri dan Fajar, serta membantu petani dalam pengolahan hasil pertaniannya.

Melalui 10k tersebut kita dapat menjadi bagian penting dari gerakan pilantropi dompet dhuafa. Seperti yang dikemukakan Pak Bobby diakhir kalimatnya.

"Karna harta itu hina, meski kita memperolehnya dengan susah payah, mencarinya diawali dengan bissmillah tetapi ketika kita makan, ia menjadi kotoran. Harta yang kita tumpuk, setelah kita meninggal dunia berpotensi jadi rebutan. Maka yang paling selamat adalah harta yang disedekahkan atau wakafkan, yang akan menjadi penolong kita. Wakaf itu penting, bukan soal berapa jumlahnya tapi soal kebermanfaataannya."

Mari turut serta menjadi milenial yang berwakaf melalui program sejuta wakif :
https://donasi.dompetdhuafa.org/
Atau bisa melalui :
https://www.bawaberkah.org/




Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

17 Responses to "Wakaf Sebagai Ibadah Kekinian Kaum Milenial (Dompet Dhuafa)"

  1. Tdk harus berupa bangunan, Wakaf juga bisa dgn uang start from 10K.
    Ini KEREN BANGET siiihh
    super inspiring
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, wakaf ternyata gak cuma buat yang punya penghasilan besar mbak.

      Delete
  2. bener banget. harta akan menjadi manfaat dan amal jariah saat dijadikan wakaf.
    terimakasih Dompet Dhuafa yang mempunyai program sejuta wakaf ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dan hartanya ternyata gak harus besar untuk berwakaf ya mbak put. :")

      terimakasih dompet dhufa.

      Delete
  3. Senang banget ya ikut blogger gathering bareng Dompet Dhuafa, jadi tau kalo bisa berwakaf mulai dari Rp 10.000

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, acaranya seru banget mbak. pengalaman pertama bagiku belajar mendalam tentang wakaf.

      Delete
  4. Wakaf tidak harus dengan uang dan harta yang banyak tapi cukup dengan mau dan niat. Semoga Allah melancarkan dan memberkahi rezeki kami semua sehingga dapat melakukan Wakaf. Amienn amienn 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiien, semoga niat baik kita semua dilancarkan oleh Allah :)

      Delete
  5. Program Dompet Duafa bagus banget, semoga kita smeua dimampukan untuk berwakaf, ya. Aaaamiiiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaamiin mbak Ima, itu kenapa ada program sejuta wakif. agar umat paham bahwa berwakaf gak harus punya penghasilan besa dulu. semangat berwakaf!!

      Delete
  6. Sekarang tak hanya tanah yg kutahu bisa untuk wakaf
    Wakaf tak hanya tanah. Dan ternyata mileneal pun bisa wakaf.
    Makasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kebanyakan kita hanya tau wakaf hanya seperti itu saja. Padahal dg 10k sudah bisa berwakaf.

      Delete
  7. Nah semakin mempermudah proses pengirimanan wakaf sekarang, mantap sudah. Generasi milenial yang mobilenya tak terhitung pasti senang dengan kemudahan ini. Sippp :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, mari ajak generasi milenial berwakaf sebagai investasi pahala.

      Delete
  8. Dulu kata denger kata "wakaf" tuh langsung nyambungnya ke tanah wakaf. Sempet minder juga. Kapan aku bisa berwakafnya kalo tanah? Masa wakaf tanah 1 pot?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya mbakk, aku juga cuma taunya itu yang harganya selangitt. Ehternyataa sekarang bisa berwakaf dengan mudah. 💙🙏

      Delete
  9. numpang promote ya min ^^
    Ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    ReplyDelete