8 Pementasan dalam Pagelaran Seni SMPN 22 Bandar Lampung, Keren!!

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat. 


Siang hari ketika matahari tinggi-tingginya, siswa-siswi SMPN 22 Bandar Lampung beriringan mendatangi Teater Tertutup Taman Budaya Lampung. Tujuannya selain ingin menonton pertunjukan yang diselenggarakan, juga sebagai pengisi utama acara pagelaran seni pada hari jum'at, 15/11/2019.


Teater Tertutup Taman Budaya Lampung

Bangunan yang berdiri sejak 1984 ini menampung tidak hanya peserta didik SMPN 22 tapi juga berbagai tamu undangan perwakilan osis dan pembina osis SMP/MTS lain. Terutama SMPN 3 Muhammadiyah yang turut andil meramaikan acara sebagai mitra terpilih dalam acara pagelaran seni SMPN 22 Bandar Lampung.

Acara ini diselenggarakan sebab pengisian dapodik prestasi SMPN 22 Bandar Lampung sehingga terpilih mendapat dana pembinaan menyelenggarakan ajang pengembangan potensi peserta didik serta diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain untuk melestarikan kebudayaan Lampung. Dalam pagelaran seni ini, disuguhkan 8 pementasan yang membuat 3 jam acara pagelaran seni tidak terasa. 

1. Bebai Betabuh

Pementasan pembuka ditampilkan oleh para Ibu Guru SMPN 22 Bandar Lampung serta 2 peserta didik dengan suara yang merdu. Para Ibu Guru penampilannya tak kalah apik terutama dalam memainkan alat musik tradisional Lampung, yaitu cetik/gamolan pekhing. Akar budaya Lampung adalah tetabuhan yang merupakan ciri monumental dari dua jurai, baik Pepaduan maupun Saibatin. 

2. Musik Mekhanai Gending

Musik ini merupakan kreasi langsung dari peserta didik SMPN 22 Bandar Lampung yang sekarang telah berstatus alumni. Menurut Bapak Nurdin yang merupakan Guru Matematika dan pengajar Musik serta Tari SMPN 22 Bandar Lampung sekaligus MC pada festival pagelaran seni ini, beliau mengungkapkan bahwa meski telah lulus para alumni masih mengabdikan diri dengan mengajari adik-adik di SMPN 22 Bandar Lampung hingga saat ini. Hebatnya, 4 orang pemain musik yang bernama Diki, Aziz, Elang, dan Galih ini mampu memainkan seluruh alat musik secara bergantian. 

3. Tari Sambut Muli



Siapa sangka bahwa para penari cantik dengan kostum berwarna merah serta didominasi kuning keemasan adalah peserta didik kelas VII. Gerak tubuh yang lentur, serta mampu menyelaraskan dengan ketukan nada ternyata memang sebab latihan rutin yang didukung oleh pihak sekolah dengan mengadakan berbagai ekstra kulikuler. SMPN 22 Bandar Lampung memang mewajibkan seluruh peserta memilih minimal satu ekstrakulikuler sesuai minat bakatnya. 

4. Tari Muli Bekipas

Tari yang mengenakan kipas sebagai alat utamanya ini bercerita tentang kegembiraan dan keceriaan anak gadis yang beranjak remaja. Usia transisi yang penuh dengan problematika, tentang kisah cinta, sekolah, dan berkutik dengan teman sebaya ini berkorelasi dengan aturan adat tentang anak perempuan Lampung.

5. Sastra Pisaan
Sastra pisaan yang merupakan salah satu jenis sastra Lampung berasal dari Lampung Fubian, Sungkai, dan Waykanan. Makin kesini sastra pisaan ini hanya ditampilkan oleh generasi tua dalam acara-acara adat, sangat jarang sekali generasi muda yang bisa atau bahkan mengenal pisaan ini. Padahal pisaan merupakan salah satu akar budaya Lampung dalam bidang sastra. Oleh sebab itu, salah satu Guru SMPN 22 Bandar Lampung mementaskannya untuk mengenalkan pisaan pada seluruh peserta didik yang hadir, dengan harapan akan banyak generasi muda yang melanjutkan.

6. Tari Ham Tangguh



Ham Tangguh yang berarti kita tangguh yaitu tarian yang menjelaskan tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam mengibarkan bendera merah putih. Ditampilkan oleh siswi-siswi dari SMPN 3 Muhammadiyah Bandar Lampung, dengan penata musik bernama Oktavian. Tidak hanya menari, penampilan juga dikreasikan dengan bela diri, keren sekali bukan?

7. Kreasi Musik Tradisional SMPN 33 Muhammadiyah Bandar Lampung



Penampilan dari putra-putra terbaik SMPN 33 Muhammadiyah ini tidak kalah apiknya. Penampilan ini memainkan alat musik tradisional beriringan, bahkan ketika tirai baru saja dibuka para penonton histeris sebab selain suara musik yang dihasilkan enak didengar, para pemain juga enak dipandang dengan balutan baju tradisional terutama oleh siswi-siswi yang menonton.

8. Tari Sumbuh Geling






Kegiatan ibu-ibu membuat kerajinan berupa kotak persegi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tari ini juga telah ditampilkan ditingkat nasional serta dalam perayaan festival kopi Lampung Barat. Para penari yang tidak hanya lentur bergerak kesana-kemari tapi juga sangat ekspresif, ditambah kostum yang mendukung membuat penampilan penutup sangat meriah. 

Itulah, 8 penampilan yang dipentaskan oleh SMPN 22 Bandar Lampung dan SMPN 33 Muhammadiyah Bandar Lampung, semoga melalui ajang ini kita semua kian menyadari pentingnya melestarikan budaya Lampung, serta kemajuan teknologi harusnya membuat kita dapat turut andil melestarikan dan mengembangkan budaya Lampung bukan justru menghilangkannya. Mak Ganta Kapan Lagi, Mak Kham Sapa Lagi!!

Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Related Posts:

0 Response to "8 Pementasan dalam Pagelaran Seni SMPN 22 Bandar Lampung, Keren!!"

Post a Comment