Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Konsep Kemajuan Digitalisasi Masyarakat



Yukkata.com - Beberapa hari belakangan ini saya mendadak ingat akan suatu konsep Hartarto Lojaya tentang Smart City Bandar Lampung yang digagasnya.

Ingatan ini muncul karna dosen cyber counseling saya Bapak Dr. Hardiansyah Santosa, M.Pd. 
Beliau dalam setiap pertemuannya kerap mengatakan bahwa ke depan akan muncul jenis manusia baru, yaitu homo cyberius.

Homo berasal dari istilah latin,  artinya manusia. Sedangkan dalam KBBI istilah cyber tidak ditemukan. 

Kata ini merujuk pada perkembangan digitalisasi, yaitu dunia maya dan penggunaan internet.

Kemunculan manusia jenis ini dikarenakan perkembangan digitalisasi yang menyentuh semua kalangan mulai anak-anak hingga lansia dan semua tempat, tak terkecuali kota Bandar Lampung.

Melihat fenomena saat ini, tak bisa terelakkan bahwa homo cyberius pada dasarnya telah muncul di Kota Bandar Lampung sendiri. 

Hal ini tentu karena perkembangan digitalisasi Bandar Lampung semakin maju tiap harinya.

Dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, gadget digunakan mulai dari balita hingga lansia. 

Serta berbagai aktivitas yang bisa selesai hanya dengan menggunakan jaringan internet.

Saya rasa itu contoh kecil dari kemunculan homo cyberius saat ini.

Hartanto Lojaya dan Konsep Smart City Bandar Lampung

Kenyataan inilah yang membuat saya menjadi ingat kembali pada konsep Smart City yang digagas oleh Hartarto Lojaya, yang saya rasa relate dengan kondisi masyarakat kita saat ini.

Konsep Smart City yang telah mendunia, rasanya semua orang telah memahami apa makna dari gagasan tersebut. 

Namun mungkin tidak sedikit juga yang belum memahami ide dan gagasan Hartarto Lojaya untuk Bandar Lampung ini.

Hartarto Lojaya yang merupakan pengusaha serta pernah menjadi wakil rakyat dalam DPRD Lampung ini dengan jelas mengemukakan bahwa konsep Smart City atau disebut dengan kota cerdas dibangun guna mempermudah masyarakat dalam menjalani kehidupan. 

Seperti kemudahan mengelola sumber daya alam, terjangkaunya akses informasi, serta kemampuan mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak terduga ke depannya.

Kota Bandar Lampung yang merupakan ibukota Provinsi Lampung dengan segala perkembangannya, rasanya hal yang mungkin  jika ke depan masyarakat kota ini mengusung konsep Smart City agar Bandar Lampung sejajar dengan kota-kota maju di dunia.

Lantas seperti apa sebenarnya konsep smart city menurut Hartarto Lojaya?


Berikut beberapa hal yang saya pahami terkait konsep Smart City Bandar Lampung. yang dipelopori oleh Hartarto Lojaya.

Menurut Hartarto Lojaya, konsep Smart City tentu berkenaan dengan perkembangan digitalisasi. 

Seperti pembayaran cash less dan penggunaan elektronik money yang menjadi trend. 

Permasalahan penerangan lampu yang merata, bahkan hingga penangan banjir yang berbasis aplikasi untuk system drainase.

Hartarto Lojaya juga menambahkan bahwa konsep Smart City ini adalah integrasi dari seluruh aspek. 

Baik itu dari kemajuan teknologi informasi, pertumbuhan ekonomi, kualitas SDM, dan kepedulian lingkungan hidup.

Point Penting Program Smart City Menurut Hartarto Lojaya


Menurut Hell, tidak akan ada definisi yang tepat untuk menjabarkan suatu hal. 

Tapi setidaknya kita butuh konsep yang jelas, untuk membangun sebuah hal besar tak terkecuali konsep Smart City ini. 

Setelah membaca beberapa literatur, saya memahami ada beberapa elemen yang penting harus kita ketahui. Di antaranya:

  • Pemerintahan Cerdas (Smart Governance)


Seperti apa sebenarnya konsep pemerintahan yang cerdas menurut Hartarto Lojaya? 

Konsep pertama ini merupakan prioritas ketika membangun Smart City. Keterlibatan para profesional untuk menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih saya rasa memang sangat diperlukan.

Konsep ini dalam Smart City, akan memutus mata rantai nepotisme yang kerap terjadi mulai dari pemilihan lurah sampai kepala dinas. 

Konsep semacam ini disebut dengan istilah lelang jabatan. Hal ini dilakukan agar dapat menyeleksi para pejabat publik berdasarkan kompetensi yang dimiliki. 

Prioritas lainnya yang menurut saya memang tepat digunakan adalah penggunaan sistem informasi teknologi sebagai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja birokrasi dari masyarakat langsung dan ombudsman (Badan yang bertugas menyelidiki keluhan masyarakat).

Bukankah makin kesini suara rakyat seolah-olah tidak bermakna sama sekali?

Jika kita kaitkan dalam istilah psikologi konseling, konsep ini merujuk pada teori behavior reward dan punishment. 

Pegawai Negeri Sipil yang memiliki nilai yang baik berdasarkan evaluasi berbasis IT yang dilakukan evaluator (masyarakat) akan mendapatkan hadiah, dan sebaliknya akan ada sanksi bagi mereka yang mendapatkan nilai evaluasi yang buruk. 

  • Masyarakat Cerdas (Smart People)


Ternyata bukan hanya Deddy Corbuzier yang dalam setiap podcastnya kerap menyapa para subcribernya dengan panggilan Smart People.

Nyatanya Smart People memang sudah digaungkan di Bandar Lampung oleh Hartarto Lojaya dalam konsep Smart Citynya.

Elemen Smart City yang kedua ini berkenaan dengan pelayanan publik yang baik, bukan hanya pelayanan publik yang gratis.

Memang apa yang salah dari pelayanan publik yang gratis?

Tentu saja tidak ada salahnya, justru pelayanan publik gratis meringankan beban masyarakat menengah ke bawah terutama di Bandar Lampung sendiri.

Kita semua mungkin pernah merasakan, pelayanan BPJS yang tidak maksimal. Alasannya tidak lain karna serba gratis, membuat semua fasilitas serba seadanya.

Pelayan kesehatan seperti perawat yang tidak ramah hanya karena pasiennya adalah kelas menengah ke bawah. 

Atau parahnya  kita kerap mendengar beberapa pasien ditelantarkan begitu saja oleh rumah sakitnya karena pelayanan publik yang 'gratis'

Terpenuhinya pelayanan masyarakat yang baik tentu akan membuat majunya kualitas sumber daya manusia yang baik juga. 

Sebagai salah satu langkah dalam elemen Smart People adalah memberikan beasiswa terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan, memberikan guru-guru pelatihan demi meningkatkan kompetensi yang dimiliki.

  • Ekonomi Cerdas (Smart Economy)


Bagaimanakah lagi langkah untuk menjadi Smart City menurut Hartarto Lojaya?

Elemen ini menurut Hartarto Lojaya merujuk pada pengembangan potensi perdagangan, jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif sebab tidak ada kota-kota maju di dunia yang tidak mengembangkan hal-hal tersebut.

Saya sangat setuju bahwa Bandar Lampung memiliki peluang yang besar menyejahterakan warganya sebab merupakan pintu masuk Pulau Sumatera seperti yang Hartarto Lojaya paparkan.

Dalam sektor perdagangan, Hartarto Lojaya menjelaskan bahwa Lampung yang memiliki potensi bahari tentu dapat dikembangkan dengan mengadakan pasar ikan yang bersih. 

Para nelayan juga akan diberikan edukasi tentang alat navigasi untuk mengetahui posisi ikan.

Selain itu, adanya wisata kuliner dengan kolaborasi antara pengusaha dan nelayan tentu menambah peluang kerja bagi masyarakat.

Potensi bahari juga tentu berkenaan dengan pariwisata, banyaknya pantai dan deretan pulau-pulau kecil bisa dikembangkan dengan inovasi baru agar lebih menarik. 

Peran pemerintah adalah menyediakan fasilitas umum yang mendukung serta mempromosikannya. 

  • Kehidupan Cerdas (Smart Living)


Tidak ada orang yang cerdas, tak ingin memiliki kehidupan yang cerdas juga bukan? 

Lantas sebenarnya seperti apa kehidupan cerdas itu sendiri? 

Apakah sebenarnya selama ini kita sudah menerapkannya dalam kehidupan kita?

Ya, elemen ini diterapkan ketika sudah terealisasinya elemen-elemen Smart City yang telah dijabarkan di atas. 

Ketika semua elemen di atas telah terpenuhi, maka terciptalah kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan untuk dihuni.

Kerap terlibat menjadi volunteer pendidikan membuat saya merasakan sesak ketika melihat anak-anak putus sekolah karena keterbatasan biaya, hingga memicu krimintalitas sebagai jalan pintas untuk bertahan hidup. 

Itu kenapa saya sekali lagi sependapat dengan salah satu elemen dalam konsep Smart City ini.

Kehidupan yang cerdas, akan membuat terciptanya lingkungan yang sehat tidak hanya bagi anak tapi juga bagi orang tua. Sehingga mereka mampu mendidik anaknya dengan baik serta agar lansia nyaman menikmati hari tua.

Yang saya sukai juga dalam elemen smart living  ini ditandai dengan meningkatnya sikap toleransi terhadap segala perbedaan dalam masyarakat. 

Di era modern yang serba susah bahkan untuk sekedar menyatukan pendapat, elemen ini saya rasa bisa ditarik kembali sebagai langkah preventif maupun kuratif. 

  • Smart Mobility (Mobilitas Cerdas)


Hartarto Lojaya mengungkapkan hal yang sulit membangun Smart City ketika transportasi publik dan insfrastruktur jalan tidak memadai.

Smart mobility berperan untuk pembangunan transportasi publik dan insfrastuktur, pelestarian pejalan kaki dan penggunaan sepeda yang tertata rapi selain menjadikan tata kota lebih baik akan mengurangi dampak polusi bagi Bandar Lampung sendiri.

Bagi saya yang merupakan salah satu pejalan kaki. Kenyamanan dan keamanan transportasi adalah hal mutlak yang sangat dibutuhkan. 

Sarana khusus pejalan kaki, terkhusus teman-teman disabilitas saya rasa di sinilah peran Smart City dibutuhkan.

Tidak hanya itu, dalam membangun mobilitas yang cerdas para supir akan mendapatkan pelatihan agar dapat mengemudi dengan baik. 

Saya rasa ini tepat sekali, mengingat tidak satu dua kali saya naik angkot yang ugal-ugalan dengan suara musik DJ yang memekik telinga.

Selain transportasi dan insfrastruktur publik, Smart City untuk mewujudkan mobilitas yang cerdas juga berupaya agar kepadatan penduduk kota Bandar Lampung tidak hanya terdapat pada satu titik saja.

Pusat perbelanjaan harusnya memiliki tempat untuk bersantai guna pejalan kaki rehat dan menikmati pemandangan kota.

Itulah peran Smart City untuk mengelola tata kota yang lebih baik, menyeleraskan kebutuhan transportasi publik dan insfastruktur. 

Sehingga saya setuju pentingnya Bandar Lampung Centre sebagai tempat pelayanan dan pengaduan yang buka selama 24 jam.

  • Lingkungan Cerdas (Smart Invironment)


Smart Invironment atau disebut dengan lingkungan cerdas merupakan elemen yang mencakup lingkungan yang tidak hanya nyaman tapi juga aman bagi masyarakat. 

Salah satunya yaitu pengembangan taman kota dilengkapi taman bermain sebagai tempat anak mengasah kreativitas dan fasilitas olahraga yang lengkap, menurut Hartarto Lojaya tentunya taman kota yang mengedepankan pengelolaan sampah baik. 

Rasanya, taman kota dibutuhkan bukan hanya sekedar untuk bermain anak-anak tapi juga untuk melepas penat orang dewasa selepas bekerja. 

Atau bisa digunakan mahasiswa untuk mencari suasana yang baru, selain padatnya kota.

Taman kota adalah langkah sebagai penyeimbang antara deretan bangunan yang tentu memenuhi kota Bandar Lampung. 

Elemen ini juga akan mengusung program bedah kampung untuk Bandar Lampung yang lebih hijau dan perbaikan aliran sungai di pemukiman yang padat. 

Setelah benar-benar memahami setiap elemen-elemen dalam Smart City yang pernah digagas oleh Hartarto Lojaya. 

Bukan hal yang tidak mungkin Smart City akan membuat kemajuan kota yang diisi oleh homo cyberius dengan digitalisasinya. 

Related Posts:

30 Responses to "Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Konsep Kemajuan Digitalisasi Masyarakat "

  1. Memang benar deh bandar lampung ini perlu ada konsep baru supaya layanannya berkualitas, dan masyarakatnya sejahtera.

    ReplyDelete
  2. Wah ganyangka yaa ada program smart city di balam, baru tau. Bagus juga buat dijalankan.

    ReplyDelete
  3. Kalo anak hukum bicara politik smgt banget nih, tp baru tau juga kalo program pak hartarto kegini.

    Pernah denger nama beliau, kaya udh lama bgt gak dngar nama beliau.

    ReplyDelete
  4. Kegiatan yang wajib di dukung agar bandar lampung lebih baik lagi

    ReplyDelete
  5. Semoga apapun itu untuk kemajuan lampung lanjutkan!!!

    ReplyDelete
  6. Paling setuju sama program buat pejalan kaki, apalagi buat disabilitas. Suka sedih, fasilitas buat mereka masih kurang baik bgt dibalam.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Gagasan Smart city ini sangat menarik, semoga ke depannya bisa diterapkan di daerah seluruh lampung

    ReplyDelete
  9. Programnya banyak ya, dan lumayan detail. Menyentuh hampir semua aspek.

    Hal2 besar emg gak gampang direalisasikan, berkenaan sama kesehatan dan pendidikan yg dibahas saya setuju bgt. Itu dua hal yg relate emg.

    ReplyDelete
  10. Smart governance itu pas banget sih menurut gue, bener suara rakyat udh gaterlalu didengar ketika berpendapat, skrg ini.

    ReplyDelete
  11. Kayanya ini gagasan beliau pilwakot dlu ya. Setelah aku pahami, emg pas sih sama kondisi skrg. Era digitalisasi, smua serba online.

    ReplyDelete
  12. Program pengembangan pariwisata pasti bisa bgt sih, mengingat banyaknya pariwisata lampung yg gak terurus. Bisa kerjasama sama beberapa komunitas sosial di balam yg fokus sama kegiatan itu.

    ReplyDelete
  13. Program2 di smart city ini paket komplit, ada dari segi kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dll.

    Memang kalau mau jd kota maju, harus berani melakukan sesuatu yg baru.

    ReplyDelete
  14. Semoga smart city segera terealisasi, agar masyarakat Lampung menjadi lebih sejahtera, dan Lampung menjadi kota yang nyaman untuk siapa saja.

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu di abad 21 ini dengan adanya gagasan smart city di perlukan menjadi perhatian dan dukungan dr semua pihak yg terkait, baik oleh pemangku kebijakan ataupun masyarakat yg ada di lokasi tersebut. Dengan adanya program2 smart city semoga bisa memudahkan segala aktivitas masyarakat.

      Delete
  16. Gagasan yang memang sudah seharusnya direalisasikan karena sesuai dengan perkembangan zaman

    ReplyDelete
  17. Banyak bgt programnya ya dalam smart city ini. Statement yang berkenaan sama sarana publik yang ramah buat pejalan kaki terlebih disabilitas aku setuju bgttt. Mereka jga pnya hak yang sama, harusnya bisa lebih nyaman hidup bermasyarakat.

    ReplyDelete
  18. Yupsss... Parawisata lampung kan gak kalah keren dari kota lain hanya saja kurang fasilitas dan promosi, smoga dengan adanya program ini parawisata lampung jadi makin kece kece hehe

    ReplyDelete
  19. Semoga nggak hanya sekadar wacana.

    ReplyDelete
  20. Gue stuju sama program lingkungan cerdas sih, makin ksni ngerasa bandar lampung makin padet. :")

    ReplyDelete