Mandi dengan Vitalis Moisturizing Parfumed Body Wash, Gak Perlu Pakai Parfum Lagi!


Yukkata.com- Insecurity menjadi salah satu persoalan yang banyak dihadapi anak usia remaja sekarang. Merasa gak percaya diri, takut gak diterima, merasa penuh kekurangan, dan memiliki kekhawatiran terhadap suatu hal, salah satunya pada penampilan diri. 

Aku pribadi memiliki insecurityku sendiri, kadang aku suka ketakutan kalau aja orang-orang terdekatku gak nyaman untuk sekedar duduk di sebelahku.

Nah, karna ketakutan itu juga yang membuat aku mulai sadar untuk merawat diri. Usia 22 tahun dan baru sadar akan pentingnya merawat diri, tolong jangan hujat aku. :(

Selain itu yang membuatku semakin yakin merawat diri itu penting bagi perempuan adalah selepas aku patah hati gaes, dia berpaling memilih yang lebih bersih, rapi dan wangi. :(

"Kamu tuh cantik, tapi kamu gak merawat diri kamu" kalimat itu terngiang-ngiang di kepalaku sampai saat ini. 

Merawat diri untuk orang yang gak ribet versi aku itu sederhana gaes, seenggaknya wangi. Jadi pas gebetan bersandar di pundakku bisa lebih nyaman deh. hihi -skip. :")

Selepas sadar akan pentingnya merawat diri, aku juga makin sadar kalau kegiatanku super sibuk.


Mahasiswa semeter akhir yang sibuk dengan coretan skripsi, bolak-balik penelitian, nunggu dosen yang kadang gak sebentar, juga aktivitas jalan kaki kesana-kemari mengelilingi kampus karna aku pribadi gak punya kendaraan. 

Selain itu, kerja part timeku juga lumayan menyita waktu gaes.  

Bayangkan gaes, siang hari mesti nemuin dosen dan teman-teman kampus yang lain tapi badan udah bau apek, kucel, dan gak segar. Gak kebayang banget kan? :")

Kesibukanku ini ngaruh banget sama waktuku gaes, gimana caranya merawat diri kalau tidur tepat waktu aja aku kesusahan, makan di warteg aja rasanya gak nikmat karena bau badan, mas gebetan mau mendekat aja gak jadi karna liat aku yang kucel gak karuan. 

Akhirnya gaes, selepas proses perenungan dan pencarian panjang aku jadi mendapatkan solusi yang tepat. Bisa tetap wangi, meski kesibukanku yang padat merayap seperti liburan corona orang-orang yang minim kesadaran.

Vitalis yang belum lama ini merilis body wash menjadi solusi yang aku pilih gaes. 

Yups, kenapa aku lebih memilih body wash dibanding parfum? 
Karena aku pribadi sering banget lupa pakai parfum :") biasanya inget-inget pas udah duduk di angkot, menyesal setengah mati. 

Vitalis body wash yang merupakan produk foto PT. Unza ini langsung aku coba tiga variantnya sekaligus. Ada vitalis body wash white glow, vitalis body wash fresh dazzle, dan vitalis body wash soft beautfy. 

Variant Vitalis Body Wash


1. Vitalis Body Wash White Glow


Produk vitalis favoritku sih botol berwarna pink, alias  vitalis white glow. Aromanya fruitynya aku banget, kombinasi dari manisnya raspberry dan cherry disusul dengan aroma mashmallow dan gardenia yang lembut juga elegan. Selain itu juga dibungkus dengan kombinasi woody dan suede yang glamor dan long lasting. 

Vitalis body wash warna pink ini juga diperkaya ekstrak licorice dan susu, membantu merawat kulit kita menjadi tampak bersih, cerah bersinar. 

2. Vitalis Body Wash Fresh Dazzle 

Produk vitalis berwarna hijau ini, bermanfaat untuk skin refreshing agar kulit kita terasa segar, halus dan lembut. Segarnya wangi bergamot mengawali aroma fresh dazzle ini, disusul wangi floral bouquet yang feminim disukai sama kaum hawa nih. 

Mandi dengan vitalis body wash fresh dazzle ini ditutup dengan wangi mask amber yang long lasting. 

Vitalis berwarna hijau ini diperkaya ekstrak yuzu orange dan anti oksidan dari green tea, yang membuat kulit kita bersih, wangi, segar, dan terawat. 

3. Vitalis Body Wash Soft Beauty 

Produk vitalis body wash berwarna ungu ini memberikan manfaat skin nourishing agar kulit terasa halus, lembut dan terawat. 


Selepas mencoba tiga-tiga produk vitalis body wash, wangi favoritku jatuh kepada vitalis body wash white glow gaes. Wanginya aku banget! 

Nah, selain gak perlu pakai parfum lagi selepas mandi aku merangkum beberapa manfaat bagi psikologisku menggunakan vitalis body wash ini.


Manfaat Psikologis Ketika Menggunakan Vitalis Body Wash 

1. Meminimalisir insecurity 
Seperti yang sudah aku jelaskan, insecurityku adalah ketika orang-orang gak nyaman berada di dekatku. Ketidaknyamanan itu aku takutkan hadir karna aku yang bau apek, selepas menggunakan vitalis ini tentu aku gak takut-takut lagi dong. 

2. Lebih percaya diri 
Kalau sudah wangi, segar, dan tidak kucel lagi gak ada alasan dong buat aku minder ketemu dosen dan temen-temen kampus. Bisa jalan bak model dong di depan mereka, sedekat apapun lebih percaya diri. 

3. Aromanya menenangkan 
Tiga variant yang dihadirkan itu emang menenangkan banget gaes, apalagi vitalis body wash white glow favoritku. Mandi jadi moment me time buatku, gak terasa bisa mandi satu jam. hihi 

Nah gaes, terakhir. Buat muslimah juga gak usah takut-takut menggunakan vitalis body wash, karena produk ini sudah berlogo halal MUI loh! 

Related Posts:

Kegiatan yang Bisa Dilakukan Mahasiswa UIN Raden Intan Saat Pandemi Corona, Tetap Produktif Meski di Rumah Aja!


Yukkata.com-Ditetapkannya corona sebagai pandemi dunia oleh World Health Organization (WHO), ditanggapi cepat oleh Presiden Jokowi dengan mengeluarkan surat edaran yang berisi darurat virus corona covid-19.

Ternyata edaran tersebut tidak hanya dikeluarkan oleh kepala negara, tapi juga oleh para rektor di berbagai universitas.

Salah satunya Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung atau kerap disebut dengan green campus, yang UI Greenmetrik berada pada urutan ketiga se-Sumatera dan berada pada urutan pertama se-Lampung serta Se-Indonesia berdasarkan lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

UINRIL turut serta dalam pencegahan dan pengentasan virus corona dengan menunda wisuda periode pertama 2020 serta menghentikan berbagai aktivitas perkuliahan dengan memaksimalkan kuliah secara online atau e-learning.

Sebagai mahasiswa tentu akan jenuh rasanya selama dua pekan hanya belajar tanpa bertatap muka, apalagi sekedar presentasi melalui chat grup yang entah disimak atau tidak.

Tak bisa mendapat uang jajan, tidak bertemu teman, apalagi tidak bertemu si dia tentu rasanya terasa hampa.

Nah, untuk meminimalisir kejenuhan selama social distancing ini, berikut kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa UIN Raden Intan, kegiatan ini berkaitan dengan aktivitas perkuliahan juga loh!

1. Belajar Toefl

Salah satu persyatan untuk lulus dari UIN Raden Intan sendiri adalah tercapainya skor toefl dengan nilai minimal 400. Yaps, tidak ada tawar menawar meski skor kita 399.

Beberapa mahasiswa mungkin pernah merasakannya, hanya kurang satu-dua angka lalu mesti mengulang ujian. Rasanya, mungkin tidak beda jauh ditinggalkan ketika sayang-sayangnya.

Dizaman yang serba canggih, asal ada kuota dan teman atau keluarga yang bisa memberimu hotspot semua akan berjalan lebih baik bukan?

Beberapa chanel youtube yang bisa kamu kunjungi untuk belajar toefl yaitu, Belajar Bahasa Inggris Online, Rumah Cerdas Bahasa Inggris, Benpintar, dan lain-lain.

2. Menghafal Qur'an

Beberapa prodi mungkin sudah memulai PPI nya sejak semester awal, namun beberapa juga ada yang baru saja memulai menjelang penyusunan skripsi yaitu ketika semester enam atau tujuh.

Tentu kita tidak lupa bahwa salah satu persyaratan lulus PPI adalah tahfidz atau hafalan Qur'an yang setidaknya Juz 30.

Nah waktu 2 minggu ini bisa menjadi moment yang tepat untuk kamu menghafal loh!

Selain bisa mempersiapkan PPI kamu juga bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

3.  Menulis Buku 

Salah satu lulusan terbaik bimbingan konseling yang juga sempat menjadi dosen di prodi BKPI Bapak Ashari Mahfudz, M.Pd pernah mengungkapkan bahwa salah satu tanggung jawab akademik adalah dengan menuliskannya.

Untuk mengisi kejenuhanmu selama social distaning dua pekan ini, kamu tentu bisa melakukan kegiatan ini.

Mengisi kekosongan sambil mempertanggung jawabkan ilmu yang pernah didapatkan.

Hasil karyamu selama dua pekan ini barangkali bisa terbit loh!

Terbit gratis menjadi buku cetak tanpa seleksi yang berbelit-belit? berikut penerbit yang pasti menerima naskahmu secara gratis!


4. Membuat Personal Blog 

Jika tidak yakin untuk menulis buku, membangun personal blog juga bisa jadi salah satu opsi.

Apasih kegunaan blog?

Selain sebagai buku diary online, blog bisa menjadi tempatmu menyimpan catatan materi selama perkuliahan. Berupa makalah, papper atau tugas lainnya.

Di blog kamu juga bisa menceritakan segala aktivitas perkuliahanmu, lama-lama barangkali kamu bisa jadi blogger profesional seperti Raditya Dika yang tentu kita kenali.

Atau seperti blogger-blogger kece kepunyaan Lampung sendiri seperti Naqiyyah Syam, Yoga Pratama atau kerap disebut begal cinta, Latifah Desti Lustikasari dengan blognya mantuidaman.com dan blogger lainnya, menarik bukan?

Kalau menurut kamu, kegiatan apa saja yang bisa dilakukan selama social distancing ini?


Related Posts:

Ini Dia Penerbit Gratis yang Pasti Menerima Naskahmu, Cocok Bagi Penulis Pemula!



Yukkata.com - Bagi penulis pemula, pasti rasanya ingin sekali naskahnya dipinang penerbit menjadi buku kan? Apalagi bisa terbit secara gratis, tanpa seleksi naskah yang berbelit-belit. 

Tidak sedikit penulis pemula yang kesulitan memiliki buku, padahal buku adalah salah satu wujud kecintaan penulis dalam menulis. 

Alasannya selalu sama, proses seleksi naskah yang sulit, informasi diterbitkan atau tidaknya naskah yang memakan waktu lama, bisa 2-3 bulan. 

Serta hal lainnya yang menghambat penulis memiliki karya, berupa buku cetak. Hingga bosan mengirim naskah ke penerbit dan akhirnya memilih untuk menyimpan karyanya saja. 

Sayang sekali bukan? Padahal ada sebuah penerbitan gratis bagi kamu penulis pemula yang pasti menerima naskahmu loh.  

Penerbit Gratis yang Siap Menerima Naskahmu 


Massugu Media merupakan salah satu penerbit gratis, meski terbilang penerbit yang cukup baru berkiprah dalam dunia literasi, penerbit ini sudah menerbitkan buku-buku dalam berbagai macam genre. 

Seperti karya Fathul Muzzat berjudul Pilu di Palu, Bercerita Masa Lalu karya Diono Mahen, Cinta dan Arah karya Putri Setya, dan lainnya yang merupakan karya yang terbit di penerbit massugu media ini. 

Penerbit ini juga termasuk dalam penerbit ya indie ya gaes, untuk kamu yang belum tau jenis-jenis penerbit, selengkapnya di jenis-jenis penerbit buku dan kebijakannya

Selain naskahmu diterbitkan menjadi buku tanpa biaya sepeserpun alias gratis, waktu proses penerbitanpun sangat cepat. Hanya dalam satu minggu, naskahmu siap menjadi buku cetak. 

Satu minggu? Yaps, kamu gak salah baca. 

Jika kamu merasa keberatan menulis 60 halaman seorang diri sesuai ketentuan penerbit massugu media, kamu juga bisa loh mengajak pacar, gebetan, tetangga, teman sekolah, teman di rumah, asal jangan suami orang nanti istrinya salah paham. 

Kamu bisa menerbitkan satu buku bersama orang lain, bisa berdua, bertiga, berempat, hingga 50 penulispun bisa. 


Syarat dan Ketentuan Menerbitkan Buku Gratis di Massugu Media Bagi Penulis Pemula 

Syarat Naskah 

  • Naskah asli buatan sendiri, bukan PLAGIASI
  • Tidak mengandung unsur PORNOGRAFI dan SARA
  • Naskah diketik dengan rapi, dengan huruf kapital dan tanda baca yang benar
  • Naskah lengkap termasuk kata pengantar, daftar isi (tanpa nomor halaman), isi naskah, biodata penulis (boleh beserta foto), dan blurb/sinopsis. 
  • Semua diketik dalam satu file .doc/docx


Fasilitas Bagi Penulis 

  • Editing (ringan) gratis
  • Layout gratis
  • Cover gratis 
  • Terbit gratis
  • Bookmark gratis
  • Sertifikat penulis 
  • Dibantu penjualan buku via instagram 
  • Royalti penulis


Alur Pengajuan Naskah 

  • Chat/DM admin untuk menanyakan ketersedian antrian di @massugu.media 
  • Kirim naskah yang sudah sesuai syarat via WA/Email 
  • Naskah akan dicek terlebih dahulu, bila memenuhi syarat maka proses penerbitan dimulai 
  • Tunggu paling lambat 7 hari, naskah sudah siap dicetak dan menjadi buku 


Ketentuan 

  • Harga buku tergantung jumlah halaman, mulai dari Rp. 42.000
  • Penulis membeli minimal 1 bukunya ketika buku sudah terbit, dan membayar sertifikat penulis seharga Rp. 30.000


Jadi gaes, menjadi penulis di massugu.media kamu hanya perlu membayar seharga 1 bukumu, sertifikat, serta ongkir saja. Gimana, mudah dan murah bukan? 

Selengkapnya di @Massugu.media, langsung cek sebelum antrian naskahmu diambil orang.

Related Posts:

3 Jenis Penerbit Buku Serta Kebijakannya


Yukkata.com - Ada beberapa jenis penerbit buku yang memiliki kebijakan yang berbeda-beda, mulai dari segi fasilitas hingga pemasarannya.

Proses penerbitan disetiap jenis penerbitan buku juga berbeda tentunya, ada penerbit yang menerima naskah dengan proses seleksi yang lama.

Namun ada juga penerbit yang langsung meminang naskahmu dengan cepat, dan proses penerbitan yang singkat.

Berikut 3 jenis penerbitan yang harus kamu ketahui sebagai penulis!


1. Penerbit Mayor

Siapa yang tidak tahu toko buku gramedia yang tersebar hampir diseluruh titik di Indonesia. Toko buku ini adalah milik penerbit gramedia yang merupakan salah satu penerbit mayor. 

Penerbit mayor cenderung memiliki kebijakan yang ketat dalam menerima naskah, sebab mereka memiliki jangakauan yang lebih luas dari jenis penerbitan lain. 

Kebijakan yang dibuat penerbit mayor paling cepat menginformasikan lolos tidaknya naskahmu dalam waktu secepat-cepatnya 2-3 bulan.

Bahkan jika selama rentang waktu tersebut tidak ada informasi apapun, maka naskahmu dianggap ditolak.

Ada beberapa penerbit mayor yang mengembalikan naskahnya kembali pada penulis, namun tidak sedikit yang membuangnya begitu saja. 

Setiap penerbit, baik itu mayor, minor atau kerja sama memiliki aturan yang berbeda-beda dalam pemilihan naskah.

So, kalau kamu ingin terbit di sebuah penerbit, kamu harus memahami dulu jenis-jenis naskah seperti apa yang diterima dipenerbit mereka.

2. Penerbit Indie (Self Publishing)

Penerbit indie sangat berbeda dengan penerbit mayor. Penerbit ini cenderung mengurus segala keperluan penerbitan sendiri, mulai dari layout, editing, bahkan hingga memasarkan karya penulisnya.

Hal-hal di ataslah yang membuat buku yang terbit di penerbit indie ini dicetak berdasarkan pesanan. 

Namun dibandingkan penerbit mayor, penerbit indie lebih cepat dalam proses penerbitan. Proses penerbitan tidak akan memakan waktu berbulan-bulan seperti penerbit mayor.

3. Penerbit Vanity 

Penerbit vanity  memiliki beberapa kesamaan dengan penerbit indie. Seperti halnya terbit berbayar, meski ada juga penerbit indie yang menerima naskahmu gratis, dengan fasilitas yang tak kalah dari penerbit mayor. 


Penerbit vanity ini memang juga seperti penerbit mayor dalam hal badan penerbit. Mereka mengelola segala keperluan proses penerbitan, hanya saja fasilitas yang diberikan mesti dibayar penulis sesuai harga yang ditentukan.

Jadi, kira-kira jenis penerbit apa yang cocok untuk karyamu? 

Related Posts: