Tanpa Gunakan Bahan Kimia, Ini Dia Kopi Organik Berkualitas dari Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat!


YUKKATA.COM-Kopi yang merupakan salah satu minuman wajib bagi para orang tua kini digandrungi juga oleh para kaula muda. Merebaknya kedai kopi di Indonesia, tentu menjadi salah satu faktor utama yang membuat kopi semakin dikenal semua kalangan. 

Mulai dari kopi espresso, ristretto, cappucino, americano dan masih banyak lagi. Eits tapi taukah kamu, bahwa ada kopi berkualitas yang diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia apapun di Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat, Indonesia? 

Air Hitam dan Way Tenong, Lampung Barat Penghasil Kopi Organik Berkualitas 


Provinsi Lampung berdasarkan data Kementerian Pertanian-Direktorat Jenderal Perkebunan 2018, merupakan provinsi penghasil kopi terbesar setelah Sumatera Selatan. Khususnya Lampung Barat yang merupakan etalase kopi, baik untuk Provinsi Lampung maupun nasional. 

Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong terkenal sebagai penghasil kopi organik, hal ini disebabkan karena masih banyak petani yang tidak menggunakan pestisida, herbisida, dan bahan kimia lain dalam proses produksinya. Pada 2017 dan 2018 tim pengabdian IBDM Universitas Muhammdiyah Metro memilih salah satu kecamatan di Air Hitam yaitu Desa Srimenanti. 

Desa ini dipilih sebab memiliki potensi untuk perkebunan dan memiliki potensi untuk pengembangan produk guna meningkatkan kapasitas dan ekonomi masyarakat. Selain itu juga, keramahan masyarakat yang terbuka menerima pembaharuan dalam segi teknologi ramah lingkungan menjadi alasan lainnya. 

Proses Pengolahan Tradisional Kopi Organik Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat

1. Kopi yang dipanen tanpa bahan kimia dan pestisida, biji kopi sudah masak dari batang 

2. Biji kopi tersebut dijemur di bawah terik matahari, hingga kadar air hanya 20%-25% saja 

3. Biji kopi dipisahkan dari kulit secara manual, ditumbuk menggunakan lesung atau mesin tumbuk hingga menjadi beras biji kopi dan siap digoreng 

4. Sortir beras biji kopi organik, yang terbaik adalah yang masih utuh dan bersih  

5. Jemur kembali beras biji kopi di bawah terik matahari seperti pertama penjemuran, hingga kadar air hanya 10%-13% 

6. Cuci sampai bersih 

7. Jemur kembali, hingga kadar air hanya 10%-13% seperti sebelumnya 

8. Penggorengan atau pengsangraian digunakan dengan cara tradisional yaitu menggunakan kayu bakar juga panci besi atau oven 

9. Lamanya waktu penggorengan akan berpengaruh pada warna kopi, terdiri dari hitam, cokelat kehitaman, dan kecoklatan. Umumnya masyarakat Indonesia dan Asia lebih menyukai kopi yang disangrai hingga berwarna hitam. 

Sedangkan untuk masyarakat Asia seperti Jepang, Korea, dan Taiwan, lebih menyukai cokelat kehitaman. Untuk kopi berwarna kecoklatan biasanya disukai oleh masyarakat Eropa 

10. Pembubukan, menggunakan alat penggilingan hingga kopi benar-benar halus 

11. Terakhir, pengemasan (packing). Pengemasan dilakukan secara steril agar kopi tetap fresh dan bisa bertahan berbulan-bulan bahkan tahunan. 

Mengonsumsi kopi tidak semata-mata hanya untuk menahan kantuk saja, banyak manfaat yang terkandung di dalamnya apalagi jika kopi yang dikonsumsi merupakan kopi organik. 

Manfaat Mengonsumi Kopi untuk Kesehatan

 
1. Mencegah Kanker Hal ini telah banyak dikemukakan oleh para peneliti, seperti oleh National Cancer Center di Tokyo Jepang yang meneliti 90.000 orang, baik penikmat kopi ataupun bukan. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi satu sampai empat cangkir perhari memiliki setengah resiko kanker hati dari mereka yang tidak pernah mengonsumsi kopi. 

 Penelitian secara konsisten menunjukan bahwa kopi dapat mengurangi resiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar. 2. Diabetes Harvard School of Public Health mengikuti lebih dari 125.000 penikmat kopi selama lebih satu dekade dan juga studi di Swedia dan Finlandia, hasilnya mereka mengemukakan bahwa penikmat kopi lebih rendah terkena diabetes tipe 

2. Bahkan, 20 studi yang dilakukan diseluruh dunia mengemukakan bahwa kopi mengurangi resiko diabetes tipe 2 tersebut hingga 50%. Para peneliti menduga bahwa kandungan asam klorogenat dan trigonelin pro vitamin B3 dalam kopi memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. 

 3. Jantung dan Stroke Sebuah studi lebih dari 83.000 wanita berusia 24 tahun yang mengonsumi kopi dua sampai tiga cangkir sehari memiliki resiko stroke lebih rendah 19% dari mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Sebuah studi di Finlandia terhadap pria, menunjukkan hasil yang sama. 

 4. Fungsi Kognitif Di Prancis, sebuah studi dilakukan pada terhadap 4197 wanita dan 2820 pria menunjukkan hasil bahwa mengonsumsi kopi setidaknya tiga cangkir sehari dapat mencegah penurunan fungsi kogntif otak karena penunaan sebanyak 33% pada wanita. Namun tidak ditemukan untuk pria, hal ini dimungkinkan karena wanita lebih sensitif terhadap kafein. 

 Meski memiliki segudang manfaat, kopi juga tentu memiliki dampak negatifnya. Seperti membuat ketagihan. Kafein yang terkandung dalam kopi memengaruhi sistem kardiovaskular seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. 

 Dampak negatif kopi terjadi apabila pengonsumsian secara berlebihan. Bagi kebanyakan orang, mengonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi tidak memberikan dampak negatif apapun. Namun jika lebih dari itu biasanya akan membuat jantung berdebar, susah tidur, sakit kepala dan gangguan lainnya. 

Untuk Ibu hamil, tidak disarankan mengonsumsi lebih dari satu gelas perhari. Meski penelitian tentang keguguran dan hubungan dengan konsumsi kopi memberikan kesimpulan yang beragam, namun hal ini berguna untuk menjaga Ibu dan janinnya. 

 Namun kopi sangat disarankan untuk kamu yang sedang gabut, bingung mau mengerjakan apa. Karna seperti definisi kopi itu sendiri (ketika otak perlu inspirasi) 😀

Yuk, ngopi sehat dengan kopi organik!

Related Posts:

1 Response to "Tanpa Gunakan Bahan Kimia, Ini Dia Kopi Organik Berkualitas dari Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat!"