Monday, December 21, 2020

6 Tanda Hubungan yang Sehat Bersama Pasangan, Simak Selengkapnya!





Yukkata.com - Hubungan yang sehat akan membuat Anda merasa bahagia sepanjang waktu karena tidak salah memilih pasangan hidup, hal ini tentu juga akan memiliki dampak positif pada kesehatan mental Anda.

Namun, ketika mendengar tentang hubungan yang sehat. Apa yang Anda pikirkan?

Apakah di benak Anda terlintas dua wajah sepasang kekasih yang tidak pernah bertengkar? Atau  pasangan yang selalu tampil mesra di manapun mereka berada?

Banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai hubungan yang sehat. Namun banyak faktor yang membuat hubungan Anda dan pasangan masuk dalam kategori hubungan yang sehat, seperti kedekatan emosi dan mampu saling menciptakan rasa aman bagi masing-masing.

Untuk lebih detailnya, Anda dapat menyimak penjabaran berikut yang yukkata lansir dari laman The Health sebagai berikut:

Definisi Hubungan Sehat

Menurut para ahli, hubungan yang sehat ditandai dengan saling percaya, saling menghargai, komunikasi yang baik, saling menyayangi, memiliki selera humor yang sama, dan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang menghinggapi.

Sedangkan, menurut Kristen Carter seorang penulis buku ISPEAQ: How to Speak Up For Yourself & Have Difficult Conversation beliau mengemukakan bahwa ...

Hubungan yang baik ditandai dengan adanya timbal baik dalam hal kebaikan, kasih sayang dan rasa hormat, pasangan Anda merasa aman dan dapat mengemukakan apapun kritik secara jujur tanpa merasa takut dihakimi. Masing-masing memahami konsep tidak ada manusia yang sempurna, dan menjadikan hubungan mereka adalah salah satu prioritas terpenting dalam hidup.

Dari beberapa definisi hubungan sehat yang telah diuraikan, namun apakah sebenarnya tanda-tanda hubungan yang sehat dan tidak sehat, serta bagaimanakah cara membuat hubungan Anda menjadi hubungan yang sehat bersama pasangan. 

Ada beberapa tanda hubungan dapat dikatakan sehat, yaitu empati, rasa percaya, rasa hormat, mampu bekerja sama, berbagi tawa dan memiliki komunikasi yang baik. 

Menurut Stephanie Newmen, PhD seorang psikoanalisis dan psikolog dari New York mengemukakan bahwa yang paling terpenting adalah komunikasi. Sebab permasalahan yang hadir dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Selain itu juga akan semakin bagus jika ditambah dengan mampu saling mendengarkan.  

Namun sebelum Anda memahami tentang tanda-tanda hubungan yang sehat dan bagaimana agar hubungan Anda dikategorikan sehat, Anda harus mengetahui terlebih mengenai hubungan yang tidak sehat. 

Mengenal Hubungan yang Tidak Sehat

Menurut  Stephanie Newmen, PhD seorang psikoanalisis dan psikolog dari New York, hubungan yang tidak sehat adalah hubungan yang masing-masing saling ingin menguasai pasangannya, adanya patriarki tanpa memperdulikan perasaan ingin saling memberi. 

Misalnya, salah satu pasangan yang menentukan semua hal mengenai keuangan, mengatur jadwal, menentukan apa saja yang boleh dilakukan oleh pasangannya dengan memutuskan itu semua secara sepihak tanpa berdiskusi terlebih dahulu. 

Newmen juga menambahkan bahwa hubungan yang tarik ulur, bukan hubungan yang baik. Jika keadaan tersebut berlanjut, biasanya akan memicu masalah yang lain untuk datang. 

Seorang dokter yang juga berprofesi sebagai peneliti hubungan bernama John Gottman, PhD juga mengemukakan pendapatnya, bahwa hubungan tidak sehat ditandai dengan empat perilaku, yaitu:

Kritik, defensif, suka menghina, dan komunikasi yang buruk.

Gottman menyarankan pasangan harus fokus untuk saling membuat bahagia, saling menghormati, menghargai dan saling menyayangi. Tanyakan pada pasangan Anda, apa yang mereka sukai dari Anda. Tukas Gottman.


Bisakah Hubungan yang Tidak Sehat di Perbaiki? 

Mary Jo Padgurski yang bersertifikasi pendidikan konseling seksualitas menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa sebaiknya Anda tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk berusaha mengubah perilaku-perilaku dalam hubungan yang sehat.

Menurutnya, tidak ada yang bisa mengubah perilku seseorang apalagi ketika orang itu menikmati apa yang ia lakukan. 

Meski begitu, hubungan yang tidak sehat sekalipun tentu tetap memberi manfaat untuk Anda. Hal ini berguna sebagai ajang refleksi. 

Jika sebab hubungan yang tidak sehat yang pernah Anda alami Anda merasa butuh konseling, maka setidaknya Anda harus pergi ke konselor minimal satu bulan sekali. 

Tanda Hubungan yang Sehat

Mungkin Anda kerap melihat, kenapa hubungan saudara, teman atau sahabat Anda tampak baik-baik saja dan bisa dikategorikan hubungan yang sehat.  

Anda mungkin membandingkan hubungan Anda bersama pasangan yang Anda rasa tidak demikian, apalagi jika Anda sudah memahami konsep hubungan yang tidak sehat.  

Meski faktor sebuah hubungan dikatakan sehat atau tidak memiliki banyak faktor, seperti rasa percaya, kesehatan mental, trauma masa lalu, dan budaya tapi pada dasarnya diri Anda yang saat inilah yang dapat menentukannya. 

Dengan demikian, Anda harus memahami apa sajakah tanda hubungan yang sehat sehingga Anda dapat mengaplikasikannya pada hubungan Anda dan pasangan.

1. Empati 

Sikap empati akan membuat seseorang terasa penting, apalagi jika itu pasangan Anda sendiri. Kurangnya rasa empati juga akan merusak hubungan Anda secara perlahan sebab pasangan Anda akan merasa bahwa Anda tidak peduli dengannya. 

Ketika Anda memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, itu artinya Anda siap menyatu dengan seseorang. Maka, perhatikanlah pasangan Anda seperti Anda ingin dipahami. 
 
Bahkan ketika Anda berselisih paham, jika Anda dapat berempati dengan baik dan mendengar semua keluh kesah pasangan Anda hal ini akan membuat permasalahan cepat mereda. Sebab pasangan Anda merasa dihargai. 

2. Percaya 

Ketika Anda percaya dengan pasangan Anda, tentu Anda tidak akan dipenuhi rasa curiga dan tidak akan terlalu mengekang pasangan Anda. Pasangan Anda juga akan merasa nyaman dan tidak terganggu karena sikap posesif Anda,  meski dalam hubungan cemburu itu wajar saja selagi tidak berlebihan sebagai bumbu-bumbu cinta. 

Percayai pasangan Anda sepenuh hati, jangan sampai ia melakukan hal yang tidak ia lakukan sebelumnya karena Anda selalu menuduhnya melakukan hal yang tidak ia lakukan. 

3. Menghargai 

Lambaikan tangan Anda untuk pasangan yang kerap merendahkan dan menghina Anda dengan tatapan seolah-olah Anda menjijikan. 

Dalam hubungan yang sehat tidak ada pilihan selain dihargai atau Anda harus pergi. Bukankah tujuan Anda memiliki pasangan adalah agar Anda dapat menjalani hidup dengan nyaman bersamanya.

Jika Anda saja tidak dihargai, bagaimana Anda dapat mendapatkan kenyamanan itu?

Hubungan yang sehat akan memilih menghargai sebagai salah satu pondasi agar komitmen di antara mereka tidak runtuh. 

4. Bekerja Sama

Tidak ada satupun hubungan yang sempurna dan selalu bahagia di dunia ini. Yang ada hanyalah dua orang yang mau saling menghargai, saling percaya dan mau bekerja sama. 

Hubungan sesehat apapun pasti akan mengalami perselesihan. Tetapi jika Anda dan pasangan mau bekerja sama menghadapi semua masalah bersama dengan bersedia menempatkan diri di posisi yang pasangan Anda rasa tentu menjadi hal yang mudah untuk menyelesaikannya.

Anda juga akan memperoleh hubungan yang sehat ketika mau sama-sama bekerja sama membangun hubungan meski memulainya dari nol.

5. Selera Humor

Hubungan yang sehat selalu menyelipkan humor pada hubungan mereka, tidak terlalu serius dan kaku. Apalagi jika Anda menemukan pasangan yang benar-benar memiliki selera humor yang sama, pasti akan menyenangkan sekali. 

Anda hanya perlu berbagi tawa tanpa perlu menjelaskan lagi jokes yang Anda lontarkan. Kerap berbagi tawa juga dapat mengeratkan ikatan Anda dan pasangan.

Masing-masing akan selalu bahagia ketika dekat, dan tidak ingin merasakan jauh karna akan merasa hampa. 

6. Komunikasi yang Baik

Tidak hanya ahli, bahkan orang awampun pasti setuju bahwa komunikasi adalah penunjang hubungan akan langgeng atau tidak.

Hubungan yang sehat juga tentu sangat membutuhkan poin ini. Ketika komunikasi Anda dan pasangan berjalan lancar, Anda dan pasangan bisa sama-sama terbuka, saling mendengarkan dan memahami ke mana arah yang baik untuk hubungan yang sedang dijalani. 

Komunikasi yang baik juga ditandai dengan komunikasi dua arah, artinya tidak hanya satu pihak yang terlalu banyak bicara atau terlalu banyak mendengarkan. 

Itulah, mengenai hubungan sehat dan tidak sehat serta tanda-tanda hubungan yang sehat. Hal terpenting adalah ketika Anda ingin menjalin hubungan yang sehat Anda harus menyadari bahwa Anda harus memulai hubungan yang sehat dengan diri Anda sendiri dulu. 

Jika Anda bisa menghargai, menghormati, dan menyayangi diri Anda dengan baik tentu bukan hal sulit untuk melakukannya pada orang lain. :)

No comments:

Post a Comment